Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Fiat Terus Perjuangkan Izin Penjualan Mobil Diesel

Fiat Chrysler Automobiles masih berusaha untuk memenangkan persetujuan Amerika Serikat untuk menjual model diesel pada tahun ini, sebelum melakukan langkah hukum
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 09 Maret 2017  |  16:55 WIB
Fiat Terus Perjuangkan Izin Penjualan Mobil Diesel
Fiat. - .Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JENEWA - Fiat Chrysler Automobiles masih berusaha untuk memenangkan persetujuan Amerika Serikat untuk menjual model diesel pada tahun ini, sebelum melakukan langkah hukum.

Januari lalu, otoritas perlindungan lingkungan di negara tersebut menuduh Fiat secara ilegal menggunakan perangkat lunak yang bisa memanipulasi tingkat emisi diesel terhadap 104.000 truk dan SUV.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (9/3/2017), pemerintah AS telah menolak pemberian persetujuan Fiat terkait penjualan model diesel pada tahun ini.

"Kami akan terus bekerjasama untuk menyelesaikan masalah ini," kata CEO Sergio Marchionne.

Pekan lalu, Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa pemerintah terus mempertimbangkan untuk memulai proses peradilan terkait tuduhan yang dilayangkan kepada perusahaan patungan Italia-Amerika itu.

Fiat kini menghadapi setidaknya sembilan tuntutan hukum sipil di lima negara terkait masalah emisi ini. Pada 30 Maret mendatang, akan diputuskan apakah peradilan kasus ini dilakukan oleh hakim tunggal atau tidak.

Perusahaan itu pada Januari lalu juga membantah tudingan tersebut dan mengatakan tidak menggunakan atau mencoba perangkat lunak yang bisa memanipulasi tingkat emisi diesel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fiat
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top