Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Banyak Mengalami Kerusakan, Fiat Recall 310.800 Unit Mobil

Fiat Chrysler Automobiles menarik sebanyak 310.800 unit kendaraan yakni SUV Jeep Wrangler, sedan Dodge Charger, serta truck pikap Ram.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 20 Oktober 2016  |  16:32 WIB
Banyak Mengalami Kerusakan, Fiat Recall 310.800 Unit Mobil
Fiat - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, WASHINGTON - Fiat Chrysler Automobiles menarik sebanyak 310.800 unit kendaraan yakni SUV Jeep Wrangler, sedan Dodge Charger, serta truck pikap Ram.

Dikutip dari Reuters, Kamis (20/10/2016), penarikan terbanyak ada pada Jeep Wrangler yakni sebanyak 225.000 unit karena kerusakan sensor kabel kendaraan.

Sementara otoritas keselamatan berkendara Amerika Serikat mengatakan untuk beberapa jenis kerusakan juga terjadi pada bagian kantung udara depan dan tidak maksimalnya fungsi sabuk pengaman.

Dari pengajuan yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration, Wrangler yang terkena dampak adalah produksi 2015-2016.

Fiat mengklaim hingga saat ini kerusakan yang dialami mobil-mobil tersebut tidak menimbulkan kecelakaan atau cedera bagi pengendara. Adapun kerusakan itu ditemukan saat dalam tes atau uji coba.

Dari Wrangler yang terkena dampak, sekitar 183.000 berada di Amerika Serikat, sekitar 18.000 di Kanada, sekitar 3.100 di Meksiko dan 21.000 lainnya di beberapa pasar di luar Amerika Utara.

Secara Terpisah, Fiat juga melakukan recall sebanyak 86.000 unit Ram dan sedan Dodge Charged Pursuit. Penarikan dilakukan karena ada kerusakan pada bagian mesin yang bisa menimbulkan kebakaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fiat
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top