Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Kantung udara, Takata Rugi US$120,5 Juta

Produsen komponen otomotif asal Jepang, Takata Corp melaporkan bahwa kerugian bersih tahunan mereka mencapai 13,1 miliar yen atau setara dengan US$120,5 juta.
Shahnaz Yusuf
Shahnaz Yusuf - Bisnis.com 11 Mei 2016  |  19:15 WIB
Recall kantong udara - Ilustrasi/www.cochranfirmdc.com
Recall kantong udara - Ilustrasi/www.cochranfirmdc.com

Bisnis.com, TOKYO – Produsen komponen otomotif asal Jepang, Takata Corp melaporkan bahwa kerugian bersih tahunan mereka mencapai 13,1 miliar yen atau setara dengan US$120,5 juta.

Kerugian ini umumnya disebabkan oleh meningkatnya biaya yang dibutuhkan untuk penarikan produk inflator kantung udara yang berpotensi membahayakan nyawa.

Untuk tahun ini sendiri, Takata memperkirakan akan meraih keuntungan bersih sebesar 13 miliar yen.

Meski demikian, perusahaan tersebut masih tetap harus menghadapi adanya penambahan-penambahan penarikan produk yang mungkin akan dilakukan oleh produsen mobil.

Otoritas transportasi Amerika Serikat pekan lalu mengumumkan bahwa akan ada penarikan tambahan terhadap 40 juta unit kantung udara Takata.

Adapun kantung udara Takata yang sudah ditarik secara global mencapai 50 juta unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbag Takata
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top