Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IIMS 2014: Gejolak Ekonomi Ganjal Penjualan Mobil

Selain faktor IIMS, pasar terdorong oleh jumlah hari kerja yang penuh dan lebih efektif dibandingkan dengan 2 bulan sebelumnya
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 29 September 2014  |  22:48 WIB
IIMS 2014: Gejolak Ekonomi Ganjal Penjualan Mobil

Bisnis.com, JAKARTA—Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo mengatakan ada dua faktor yang akan membuat penjualan pada September lebih bergairah. Selain faktor IIMS, pasar terdorong oleh jumlah hari kerja yang penuh dan lebih efektif dibandingkan dengan 2 bulan sebelumnya.

Meski demikian, menurut Rahmat, pertumbuhan pasar masih di bawah 10%. Dia mengatakan meskipun penjualan naik, pasar otomotif nasional pada September akan sulit menembus angka 100.000 unit.

Hal ini disebabkan tidak adanya perubahan yang mendasar di sektor ekonomi. Industri otomotif pada semester II/2014 harus menghadapi nilai tukar yang fluktuatif, rupiah melemah dan suku bunga relatif masih tinggi. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar dinilai bisa berkontribusi menurunkan pasar.

Feeling saya naik sedikit tapi masih di bawah 100.000 unit. Ini lebih dari akibat faktor ekonomi ketimbang faktor politik,” ujar Rahmat kepada Bisnis, Senin (29/9/2014).

Rahmat menyatakan momentum IIMS 2014 akan menggairahkan pasar otomotif nasional di masa yang akan datang. Namun, menurutnya, akan ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan industri dan pasar otomotif dalam jangka panjang.

“Banyak faktor yang akan mempengaruhi pasar secara jangka panjang. Kebijakan ekonomi, kondisi sosial dan politik serta kebijakan pemerintah terhadap industri otomotif. IIMS memang ada kontribusinya, tapi bukan yang dominan,” ujar Rahmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IIMS-2014
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top