Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapasitas Pabrik Sudah Mentok, Suzuki Sulit Genjot Penjualan

PT Suzuki Indomobil Sales, agen tunggal pemegang merek Suzuki, bekerja ekstra keras untuk menaikkan pangsa pasar dari realisasi tahun lalu 13,3% menjadi 16,7% pada 2014 karena ketatnya persaingan bisnis otomotif nasional.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 12 Januari 2014  |  17:20 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Sales, agen tunggal pemegang merek Suzuki, bekerja ekstra keras untuk menaikkan pangsa pasar dari realisasi tahun lalu 13,3% menjadi 16,7% pada 2014 karena ketatnya persaingan bisnis otomotif nasional.   

Davi Tuilan, Marketing and Dealer Network Development Director Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan tantangan terberat untuk menaikkan market share sekitar 3%-4% dari total penjualan otomotif secara nasional itu adalah kapasitas produksi pabrik yang sudah maksimal dan tidak bisa dinaikkan lagi.

“Tantangan terberat kami untuk meningkatkan market share adalah kapasitas produksi pabrik Suzuki yang tidak bisa dinaikkan lagi, sementara pabrik yang baru belum beroperasi,” katanya, Minggu (12/1/2014).

Menurutnya, kapasitas produksi pabrik Suzuki telah digunakan seluruhnya, terutama untuk memproduksi Suzuki Ertiga dan Suzuki Karimun Wagon R, karena tingginya permintaan pasar sehingga konsumen perlu inden sekitar 2 bulan.

Sebagai contoh, Suzuki Karimum Wagon R yang diluncurkan pada November 2013 sudah terpesan sebanyak 7.500 unit sehingga kendaraan low cost green car tersebut harus diproduksi sekitar 4.000 unit per bulan.

Untuk itu, sebelum pabrik baru dioperasikan maka Suzuki belum berencana mengelurkan produk baru karena pabrik yang ada difokuskan guna memenuhi kebutuhan pasar yang cenderung terus meningkat.

Dengan adanya pabrik baru itu nanti, lanjutnya, penjualan Suzuki diproyeksikan meningkat lebih tinggi dari pencapaian penjualan pada tahun lalu sebanyak 164.006 unit dengan market share 13,3% dari total penjualan otomotif nasional.

Dia menjelaskan Suzuki melakukan berbagai strategi untuk mendongkrak penjualan, di antaranya dengan memperluas jaringan diler sehingga total menjadi 50 unit dengan 254 outlet layanan terpadu serta 22 outlet khusus service dan sparepart.

Selain itu, imbuhnya, SIS juga berusaha terus meningkatkan layanan purna jual dengan tujuan agar dapat memberikan nilai tambah dan kepuasan konsumen serta menjaga loyalitas mereka terhadap merek Suzuki melalui program Suzuki Express Maintenance (SEM).

Riecky Patrayudha, National Service Head SIS, mengatakan program SEM merupakan layanan perawatan atau service kendaraan secara berkala dengan waktu pengerjaan hanya sekitar 30 menit, lebih cepat dari yang konvensional lebih dari 60 menit.

“Dengan adanya Suzuki Expres Maintenance konsumen bisa booking sebelum datang ke diler untuk melakukan perawatan mobilnya dengan pilihan paket service kelipatan 5.000 km, 10.000 km, dan 20.000 km atau free service 1-4,” katanya.

Menurutnya, tahap awal ini program layanan SEM tersedia di 28 diler sales, service dan sparepart dengan 36 stall kerja yang tersebar di Indonesia dan secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 70 diler dengan 140 stall hingga akhir 2014.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suzuki ertiga pt suzuki indomobil sales suzuki karimun wagon r
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top