Tidak Ingin Mesin Overheat, Jangan Remehkan Hal-Hal Ini

Pada kendaraan, suhu temperatur pada mesin tinggi bisa menyebabkan beberapa masalah serius. Satu di antaranya dikenal dengan istilah engine overheat.
Yudi Supriyanto | 31 Mei 2018 17:00 WIB
Mesin Mobil. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pada kendaraan, suhu temperatur pada mesin tinggi bisa menyebabkan beberapa masalah serius. Satu di antaranya dikenal dengan istilah engine overheat.

Pada kondisi itu, suhu mesin kendaraan sangat panas akibat suhu pembakaran tidak didinginkan secara optimal. Engine overheat dapat mengakibatkan kerusakan komponen pada mesin kendaraan.

Jika dibiarkan atau dianggap sepele maka akan fatal akibatnya, yaitu mesin kendaraan mati karena sebagian komponen mesin kendaraan tidak berfungsi, seperti piston yang terkunci atau klep yang bengkok akibat pemuaian.

Lantas, apa saja hal-hal yang dianggap sepele, namun bisa bikin kendaraan engine overheat?

Departement Manager Denso Sales Indonesia, Reinard Winardi mengungkapkan, terdapat beberapa hal sepele yang sering diabaikan, dan bisa menjadi penyebab engine overheat, yaitu:

1. Motor fan mati.

Untuk mendinginkan radiator, dibutuhkan sirkulasi udara yang dihasilkan oleh motor fan. Jika motor fan mati, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator. Sehingga suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak dapat mendinginkan suhu mesin. Akibatnya, temperatur di ruang bakar mesin tetap panas dan dapat mengakibatkan overheat pada mesin.

2. Radiator cap rusak / Tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Biasanya karena usia pakai. Hal ini disebabkan oleh salah satu komponen bahan dari cap (tututp) radiator berbahan dasar karet menjadi getas karena terkena panas coolant sehingga tidak bisa mengatur tekanan di dalam radiator.

Dalam konteks lain, cap radiator harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Jika tidak sesuai, maka valve di cap radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas. Hal itu bisa menyebabkan engine overheat karena sirkulasi coolant tidak bekerja maksimal.

3. Radiator bocor.

Biasanya disebabkan oleh korosi pada kisi-kisi radiator. Ini dikarenakan radiator diisi oleh air selain air radiator (coolant). Kandungan oksigen dalam air bertemu dengan logam dan terjadilah reaksi kimia yang mengakibatkan korosi. Karena korosi tersebut, radiator yang berbahan logam akan terkikis dan menyebabkan kebocoran.

Pada kebocoran ini, coolant menjadi terbuang sehingga tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin kendaraan. Kalau coolant tidak mendinginkan mesin dalam waktu yang lama, artinya mesin dalam keadaan yang panas maka bisa terjadi overheat.

4. Air radiator habis

Air radiator (coolant) bisa habis karena penguapan akibat suhu mesin yang panas. Atau, terdapat kebocoran pada sistem sirkulasi radiator. Hal ini dapat menyebabkan sistem sirkulasi di radiator tidak bekerja optimal. Jika air radiator menjadi sedikit, bahkan habis, maka suhu di mesin tidak dapat didinginkan.Lalu, yang terjadi adalah percepatan engine overheat.

Dia menambahkan, pengendara wajib melakukan pengecekan dan perawatan kendaraan secara berkala. Jangan menunggu kendaraan rusak untuk datang ke bengkel.

Sebaiknya, ujarnya Lakukan preventive action untuk mengurangi risiko kerusakan saat berada di perjalanan.

Tag : mesin mobil
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top