Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tips Otomotif Kala Cuaca Panas Ekstrem, Ini Saran Auto2000

Para pemilik mobil harus mencermati cuaca panas ekstrem terhadap kondisi mobil, Auto2000 memberikan berbagai tips merawat kendaraan.
Tips otomotif merawat beberapa komponen dalam kendaraan kala berkendara di tengah cuaca panas seperti radiator, ban mobil, rem, pendingin atau AC mobil, dan oli mesin/Auto2000
Tips otomotif merawat beberapa komponen dalam kendaraan kala berkendara di tengah cuaca panas seperti radiator, ban mobil, rem, pendingin atau AC mobil, dan oli mesin/Auto2000

Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa komponen dalam kendaraan patut diperhatikan kala sedang berkendara di tengah cuaca panas seperti radiator, ban mobil, rem, pendingin atau AC mobil, dan oli mesin. Ini saran dari dealer utama Toyota, Auto200 dalam menjaga keamanan mobil menghadapi kondisi panas ekstrem.

Radiator berfungsi untuk menjaga suhu mobil tetap stabil dengan memanfaatkan udara di depan mobil untuk mendinginkan radiator coolant melakukan sirkulasi di dalamnya.

Dalam kondisi cuaca panas dan lalu lintas macet, radiator kesulitan untuk mendapatkan pasokan udara alantaran mobil lebih banyak berhenti dan menghambat proses pendinginan cairan radiator.

Pengguna pun perlu memastikan radiator coolant tidak kurang dengan rutin memeriksa tangki cadangan. Pastikan juga tidak ada kebocoran maupun karat yang terjadi pada radiator, serta jangan sampai sirip radiator penyok atau sobek.

Selang dan sambungan dari radiator wajib diperhatikan lantaran ada risiko getas, serta pastikan kipas pendingin radiator dapat bekerja. Tutup radiator juga harus dalam kondisi baik karena bertugas untuk mengatur tekanan cairan radiator.

Selain radiator, ban mobil menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan lantaran sentuhan langsung dengan aspal jalan yang panas pada siang hari memiliki risiko meletus.

Jangan sampai menunggu telapak ban aus karena terdapat risiko meletus seiring anyaman kawat baja ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan yang panas. Ban mobil harus segera diganti ketika batas keausan telapak ban atau Tire Wear Indicator (TWI)  sudah terlihat.

Tekanan udara ban yang terlalu rendah juga membuat dinding ban tidak mampu menahan gerakan naik-turun dengan baik sehingga berisiko merusak anyaman kawat baja dinding ban dan berpotensi meletus dalam kondisi pemakaian berat.

Para pengguna juga perlu memperhatikan kondisi rem mobil khususnya ketika kerja rem sudah berat karena rem tidak memiliki sistem pelepas panas layaknya radiator.

Pastikan agar cairan rem yang digunakan tidak boleh berkurang dengan memeriksa tabung cadangannya di ruang mesin. Kemudian pastikan tidak ada endapan lumpur dalam tabung guna mencegah sumbatan dalam sistem rem.

Perlu juga untuk mengganti kampas rem yang sudah habis agar pengguna tidak perlu menekan pedal rem lebih kuat sehingga carian rem tidak terlalu berat.

Selang rem pun perlu dipastikan agar tidak ada yang getas maupun sobek, risiko karat pada sambungan dan pipa minyak rem juga diperlukan. Berhati-hati juga pada debu yang dapat menghalangi kerja sensor rem atau masuk dalam sistem mobil.

Cuaca panas membuat pengguna cenderung menyalakan AC mobil untuk mendinginkan ruangan kabin mobil terlebih saat dalam keadaan macet. AC yang tidak dingin disebabkan oleh adanya saluran AC bocor, sehingga perlu melakukan pemeriksaaan refrigerant atau freon yang bisa berkurang.

Filter kabin yang kotor juga perlu diganti guna menjaga kebersihan evaporator yang menjaga udara AC tetap bersih. Adapun, kotornya filter kabin disebabkan oleh debu dari luar yang masuk ke dalam mobil dan menutup evaporator.

Kondensor AC mobil yang dipasang di depan radiator juga dapat diperiksa dengan memastikan tidak ada sirip yang bocor, penyok, atau berkarat. Pastikan juga kompresor AC dari suara aneh dan fan belt kompresor tidak berdecit atau sobek.

Terakhir pengguna perlu menjaga oli mesin yang berperan mendinginkan mesin mobil dengan melepas panas yang dibawa dari dalam mesin. Perlu juga pengguna untuk memastikan volume oli mesin tidak berkurang dengan melakukan pemeriksaaan melalui dipstick.

Kualitas senyawa kimia pelumas juga dapat dijaga dengan melakukan penggantian secara rutin saat servis berkala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler