Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Subsidi Bus Listrik, Ini Jawaban Hino terkait Peluang Investasinya

Insentif ataupun subsidi untuk bus listrik dijatah sebanyak 138 unit pada tahun ini. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) masih berpikir untuk investasi.
Sasis bus Hino R260 AS. /PT Hino Motor Sales Indonesia
Sasis bus Hino R260 AS. /PT Hino Motor Sales Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyampaikan masih melakukan studi terkait peluang investasi bus listrik di Indonesia, seiring kebijakan pemberian subsidi ataupun insentif bagi produsen.

Chief Operating Officer PT HMSI Santiko Wardoyo menilai strategi investasi untuk elektrifikasi kendaraan bukan perkara gampang. Terlebih lagi untuk mencakup pasar Indonesia yang memiliki wilayah cukup luas.

Namun, pihaknya juga membeberkan sangat menginginkan untuk memproduksi kendaraan listrik niaga secara lokal. Apalagi, Hino Indonesia telah lama memiliki pabrik yang berlokasi di Purwakarta.

“Prinsipnya kami masih dalam proses studi ya, karena [investasi] ini kan tidak main-main, Indonesia cukup luas dan kami pun sebisa mungkin dibuat di lokal karena ada pabrik, sehingga kan harganya lebih kompetitif dibandingkan CBU unit,” kata Santiko kepada Bisnis, Senin (13/3/2023).

Lebih lanjut, Santiko menambahkan bahwa elektrifikasi khususnya kendaraan niaga mempunyai tantangan lebih besar dibandingkan kendaraan penumpang. Pasalnya, kendaraan niaga biasa dipakai untuk jarak tempuh yang lebih jauh, terlebih infrastruktur di Indonesia yang masih belum memadai untuk kendaraan jenis ini.

“Kami masih memantau perkembangan teknologinya karena kendaraan niaga khususnya [Bus] faktor berat dari baterai sangat dominan sekali, nah itu kalau bicara berat kan termasuk akhirnya akan mengganggu masalah saat berbelok, ada juga dari skala ekonomi. Terlebih, ini kan kendaraan akan dibawa sampai luar pulau atau jarak yang cukup jauh, artinya infrastruktur juga perlu dibenahi,” jelasnya.

Meskipun begitu, HMSI tetap mengapresiasi pemerintah Indonesia yang ingin memberikan relaksasi untuk kendaraan listrik jenis Bus yang akan menyasar sebanyak 138 unit. Harapannya, insentif ini akan terus mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Tentunya bagus kalau pemerintah bisa memacu insentif untuk bus, untuk kendaraan listrik ini cukup mahal ya dibandingkan yang lain [ICE] dengan teknologi ice atau non listrik. Jadi kalau ada insentif itu tentunya lebih baik dan dapat menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik saat ini,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper