Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

10 Produsen Baterai Kendaraan Terbesar, China dan Korea Mendominasi

Total konsumsi baterai kendaraan listrik yang tercatat di seluruh dunia pada periode Januari hingga November 2022 mencapai 446 gigawatt-hours (GWh).
Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra - Bisnis.com 13 Januari 2023  |  18:10 WIB
10 Produsen Baterai Kendaraan Terbesar, China dan Korea Mendominasi
Perakitan baterai untuk mobil listrik - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Era elektrifikasi otomotif membuat sederet produsen baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berlomba-lomba menjadi pemasok baterai terbesar. Berbagai segmen mobil listrik yang menggunakan baterai yakni battery electric vehicle (BEV), hybrid electric vehicle (HEV), dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Berdasarkan data SNE Research yang dilansir  pada Jumat, (13/1/2023), total konsumsi baterai kendaraan listrik yang tercatat di seluruh dunia pada periode Januari hingga November 2022 mencapai 446 gigawatt-hours (GWh). Angka tersebut meningkat 74,7 persen secara year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 255,3 GWh.

Dari 10 besar produsen baterai kendaraan listrik global, manufaktur asal China yakni Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) berada di puncak dengan pangsa pasar 37,1 persen. Penggunaan baterai listrik dari CATL periode Januari-November 2022 mencapai 165,7 GWh atau melonjak 101,8 persen yoy dibanding periode sama tahun 2021 sebanyak 82,1 GWh.

Peringkat kedua juga dihuni oleh perusahaan asal China, yakni BYD. Meski menempati posisi kedua, penggunaan baterai BYD terpaut cukup jauh dari CATL yakni mencapai 60,6 GWh periode Januari-November 2022. Kendati demikian, capaian BYD mengalami kenaikan yang signifikan yakni 168,3 persen yoy dibanding tahun 2021 yang hanya mencapai 22,6 GWh.

Selanjutnya, ada tiga perusahaan baterai asal Korea yang masuk ke dalam peringkat 10 besar. Di antaranya yakni LG Energy Solutions yang menempati posisi ke-3 di belakang BYD, serta SK-On yang menempati posisi ke-5 dan Samsung SDI di posisi ke-6.

LG Energy Solutions menduduki peringkat ketiga dengan konsumsi 54,8 GWh, naik tipis 9,7 persen dari periode yang sama tahun 2021. Kemudian SK-On dengan 26,1 GWh, meningkat 72 persen yoy, dan Samsung SDI dengan 22,1 GWh atau meningkat 74,9 persen yoy.

Di lain sisi, produsen asal Jepang seperti Panasonic menunjukkan tingkat pertumbuhan penjualan yang lesu dengan kenaikan hanya 4,7 persen yoy dibandingkan periode sama tahun 2021. Meskipun begitu, Panasonic menduduki peringkat ke-4 dengan penggunaan baterai 34,1 GWh.

Secara rinci, SK-On menjadi pemasok baterai untuk Hyundai Ioniq 5 dan 6 serta Kia EV6. Kemudian, penjualan Audi E-Tron, BMW i4, dan FIAT 500 yang stabil menyebabkan pertumbuhan untuk Samsung SDI.

Selain itu, pertumbuhan LG Energy Solutions didorong oleh penjualan yang kuat dari Volkswagen ID.4 dan Ford Mustang Mach-E. Selanjutnya, Tesla Model 3 dan Model Y menyumbang porsi tertinggi untuk CATL.

Sebagai informasi, perusahaan asal China mendominasi pangsa pasar baterai kendaraan listrik global dengan total 6 perusahaan. Sementara itu, Korea 3 perusahaan dan Jepang 1 perusahaan.

Berikut 10 Produsen Baterai EV Global Terbesar 2022:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top