Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Pengembangan Kendaraan Listrik (EV) Minim Jaring Investasi, Ini Buktinya

Proses lokalisasi komponen dan volume yang masih rendah membuat gelontoran investasi pengembangan kendaraan listrik pun minim.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 09 November 2022  |  17:20 WIB
Proyek Pengembangan Kendaraan Listrik (EV) Minim Jaring Investasi, Ini Buktinya
Prestige Motorcars memamerkan Tesla Cybertruck yang merupakan model kendaraan listrik di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021. - Antara/Chairul Rohman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI mengungkapkan total investasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai Rp1,92 triliun.

Angka investasi tersebut diungkap dalam rapat dengar pendapat Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) dengan komisi VII DPR RI, pada Rabu (9/11/2022).

Dirjen ILMATE Taufiek Bawzier membeberkan total investasi dari beberapa sektor kendaraan listrik, yang pertama dari Bus Listrik dengan empat perusahaan yang merakit produ. Total kapasitas produksi per tahun mencapai 2.400 unit, menyerap investasi sebanyak Rp360 miliar.

Selanjutnya, yakni investasi mobil listrik (R4) yang digarap tiga pabrikan. Total kapasitas terpasang seluruhnya mencapai 14.000 unit per tahun

Kendaraan listrik kedua, yaitu roda empat (R4) atau mobil listrik dengan jumlah pabrikan dari tiga perusahaan memiliki kapasitas produksi dengan 14.000 unit per tahun. Keseluruhan pabrikan secara total menggelontorkan investasi sebesar Rp1,06 triliun.

Terbanyak dari sisi pemain industri adalah sepeda motor listrik (R2) dan roda tiga (R3). Jumlah perusahaan yang diklaim memiliki fasilitas perakitan itu mencapai 35 perusahaan, dengan total kapasitas terpasang pabrik seluruhnya mencapai 1,04 juta unit per tahun.

Lebih jauh, total investasi sektor R2 dan R3 listrik hanya sekitar Rp506 miliar. Berdasarkan data registrasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, sejak 2015 hingga September tahun ini, tercatat jumlah sepeda motor listrik sebanyak 21.668 unit, mobil listrik sekitar 3.317 unit, sedangkan kendaraan komersial 57 unit, dan roda tiga sejumlah 51 unit. Total keseluruhan populasi kendaraan listrik mencapai 25.316 unit.

Di sisi lain, program pengembangan kendaraan listrik yang diikuti dengan berbagai kebijakan stimulus fiskal maupun gelontoran anggaran pengadaan, terbilang minim menjaring investasi sektor otomotif. Total investasi sekitar Rp1,92 triliun itu sangat sedikit dibandingkan komitmen maupun gelontoran investasi yang telah dikucurkan berbagai pabrikan selama ini.

Ambil contoh, untuk mengembangkan kendaraan listrik berbagai model, Toyota Indonesia telah mengungkap komitmen investasi sekitar Rp27 triliun dalam rentang hingga 2025. Tahun lalu, Honda Prospect Motor (HPM) rela merelokasi pabrik dari India ke Indonesia dengan gelontoran investasi mencapai Rp5,2 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top