Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Biofuel Kalah Pamor dengan Proyek Kendaraan Listrik, Ini Penjelasan Kemen ESDM

Kementerian ESDM menilai untuk mengikis emisi karbon sektor otomotif, Indonesia tidak sekadar bertumpu pada BEV, melainkan pula pengembangan energi nabati.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 07 November 2022  |  16:15 WIB
Biofuel Kalah Pamor dengan Proyek Kendaraan Listrik, Ini Penjelasan Kemen ESDM
Salah satu pengembangan biofuel adalah kehadiran biodiesel yang telah dipergunakan di Indonesia - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan selain kendaraan listrik, bahan bakar biofuel juga perlu dikembangkan sebagai strategi mencapai Net Zero Emission.

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Edi Wibowo mengatakan, bahan bakar berkarbon netral atau bahan bakar nabati (BBN) merupakan jalan alternatif untuk mencapai netralitas karbon untuk saat ini. Pasalnya, harga dari kendaraan listrik masih tergolong cukup mahal untuk dijangkau kebanyakan orang.

Oleh sebab itu, Edi menyarankan agar tidak selalu bertumpu pada kendaraan listrik khususnya model Battery Electric Vehicle (BEV). Sebab, Indonesia juga masih dapat mengembangkan bahan bakar 100 persen nabati.

“Pengembangan kendaraan ke depannya tidak selalu bertumpu pada kendaraan listrik murni, namun juga dapat bertumpu pada kendaraan dengan mesin hybrid [HEV or PHEV], di mana bahan bakar yang digunakan diharapkan dapat 100 persen dari Nabati,” ujar Edi saat dihubungi Bisnis, Senin (7/11/2022).

Lebih lanjut, Edi menambahkan, kendaraan besar seperti truk dan bus, serta sektor maritim dan kapal udara ke depannya bisa juga mengandalkan biofuel sebagai bahan bakar agar menghemat devisa dengan tidak mengimpor minyak solar dan penurunan emisi rumah kaca.

“Selain itu untuk kendaraan besar serta sektor maritim serta kapal udara ke depan juga masih bertumpu pada bahan bakar cair yang ramah lingkungan dan tentu bahan bakar nabati masih menjadi andalan,” jelas Edi.

Sebagai informasi, saat ini Kementerian ESDM tengah melakukan pengembangan BBN terkhusus pada Bahan Bakar Nabati non oksigenat seperti Diesel Biohidrokarbon/Green diesel/HVO, Bensin Biohidrokarbon/ Bensin sawit, serta Bioavtur.

Selain itu, untuk bioetanol sudah mulai digalakkan oleh Kementerian BUMN dengan  menggunakan bahan dasar gula yang akan digarap oleh perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara atau Sugarco.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biofuel bioetanol etanol Biodiesel Mandatori Biodiesel kementerian esdm esdm menteri esdm Mobil Listrik
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top