Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertamina Jual Bioetanol Tahun Depan, Mobil Honda Dipersiapkan Tenggak Biofuel

Honda Prospect Motor (HPM) terus mempelajari kemungkinan teknologi produk yang bisa menenggak biofuel, terutama berbasis bioetanol.
Peluncuran Honda New Mobilio dan Honda New Civic Turbo. /MFM
Peluncuran Honda New Mobilio dan Honda New Civic Turbo. /MFM

Bisnis.com, JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) masih mempelajari kemungkinan penggunaan biofuel pada produknya.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM Yusak Billy mengatakan, untuk saat ini HPM masih mempelajari lebih lanjut mengenai penggunaan bahan bakar ramah lingkungan atau biofuel untuk produknya.

“Secara teknis kami perlu mempelajari lebih lanjut tentang penggunaan biofuel untuk produk Honda,” ujar Billy saat dihubungi Bisnis, Senin (7/11/2022).

Lebih lanjut, Billy menegaskan pihak Honda akan terus mendukung pemerintah dan mendukung pengembangan teknologi yang dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

“Yang pasti kami terus mendukung dan mengembangkan berbagai opsi teknologi yang dapat digunakan banyak orang untuk dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan,” jelas Billy.

PT Pertamina (Persero) berencana untuk mulai menjual BBM dari campuran bioetanol pada tahun depan. Langkah itu dilakukan Pertamina dengan menggandeng PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III).

Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, Selasa (18/10/2022), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan akan menjual bahan bakar E20 yang merupakan campuran dari 80 persen bensin, 15 persen metanol dari gas alam dan 5 persen etanol dari tebu.

Untuk melaksanakan hal itu, Pertamina akan membeli bioetanol dari PTPN III. Nantinya E20 diharapkan pemerintah dapat membantu mengurangi impor BBM dan mengurangi emisi dari energi fosil. “Kami sebenarnya lebih agresif dan ambisius dari pemerintah [dalam mengurangi emisi],” katanya seperti dikutip dari Bloomberg.

Dia melanjutkan, untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah diharapkan dapat mengeluarkan peraturan baru yang mengamanatkan penggunaan campuran bahan bakar etanol pada 2023. Kebijakan itu diharapkan dapat serupa dengan payung hukum penggunaan komoditas kelapa sawit untuk campuran bahan baku biodiesel.

Menurutnya, Pertamina akan mampu memproduksi 36 juta kiloliter E20 menggunakan kapasitas penyulingan minyak yang dimiliki perseroan. Selain itu, pertamina berencana membangun fasilitas metanol di Bojonegoro yang menjadi sentra produksi gas di Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper