Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mobil Listrik Thailand Tembus 40.000 Unit, Ini Jawaban Gaikindo Kenapa Indonesia Jauh Tertinggal

Secara total, penjualan mobil listrik di Thailand yang meliputi teknologi BEV, HEV, dan PHEV mencapai 41.516 unit sepanjang paruh pertama tahun ini.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  12:34 WIB
Mobil Listrik Thailand Tembus 40.000 Unit, Ini Jawaban Gaikindo Kenapa Indonesia Jauh Tertinggal
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjajal mobil listrik KIA EV6 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Kamis (11/8/2022) - BISNIS - Khadijah Shahnaz.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Penjualan mobil berteknologi listrik Thailand jauh melampaui kondisi di Indonesia. Faktor kebijakan serta kesiapan infrastruktur hingga pengembanga produk yang sesuai jadi pemicu kesuksesan Thailand.

Berdasarkan data Electric Vehicle Association of Thailand (EVAT), penjualan mobil listrik HEV terbaru sepanjang Semester I/2022 mencapai 32.527 unit. Sedangkan, mobil listrik segmen BEV terjual sebanyak 3.042 unit dan PHEV sebanyak 5.947 unit.

Sehingga secara total, penjualan mobil listrik di Thailand yang meliputi teknologi BEV, HEV, dan PHEV mencapai 41.516 unit sepanjang paruh pertama tahun ini. Secara kumulatif, penjualan mobil listrik segmen HEV di Thailand mencapai 220.113 unit hingga semester I/2022, naik 16,4 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebanyak 196.582 unit.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai melesatnya pasar mobil elektrik di Thailand merupakan bukti kesuksesan konsistensi kebijakan. Menurutnya, “Negeri Gajah Putih” mempunyai seperangkat kebijakan yang konsisten menstimulasi pasar.

“Mereka sejak beberapa dasawarsa ini konsisten, dimulai dari Eco Car, hingga memberikan berbagai insentif untuk mengakrabkan masyarakat dengan produk HEV, hingga kini memudahkan penetrasi pasar BEV,” kata Kukuh kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjutnya, Thailand berhasil mendorong kehadiran produk yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pasar domestik. “Jadi, mobil listrik di sana bisa diserap dengan baik, mereka bisa mendorong kehadiran produk sesuai daya beli,” kata Kukuh.

Sebaliknya, di Indonesia kehadiran produk sesuai daya beli harus dipacu lebih besar. “Terbukti, dari dorongan kami kepada industri untuk menghadirkan mobil listrik di rentang harga di bawah Rp300 juta, ada produk yang langsung tinggi penjualannya,” jelas Kukuh.

Hal lainnya, persoalan infrastruktur masih merupakan kendala utama di Indonesia. Gaikindo, kata Kukuh, sangat mengharapkan perluasan dan pemerataan infrastruktur pengisian daya sehingga masyarakat tidak khawatir menggunakan mobil listrik.

Hingga saat ini, jumlah kumulatif BEV yang terjual di Thailand sebanyak 7.173 unit, sementara untuk PHEV terjual lebih banyak yakni 37.075 unit. Jumlah volume penjualan BEV dan PHEV tersebut jauh tertinggal dibanding segmen HEV.

Sebaliknya, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga Agustus 2022, mobil listrik BEV berhasil terjual sebanyak 1.635 unit. Realisasi penjualan tersebut meningkat 200 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 545 unit.

Adapun pada periode Januari-Agustus tahun ini, segmen HEV di Indonesia terjual sebanyak 1.640 unit. Kinerja penjualan tersebut meningkat 0,80 persen dibandingkan 1.627 unit realisasi pada periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik listrik Kendaraan Listrik Baterai Mobil Listrik Mobil Listrik Sepeda Motor Listrik thailand
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top