Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tantangan IKM Otomotif Menurut Kemenperin

Saat ini IKM otomotif harus beradaptasi dengan cepat, terlebih dengan adanya percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 26 September 2022  |  13:53 WIB
Ini Tantangan IKM Otomotif Menurut Kemenperin
Onderdil otomotif. - REUTERS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) melihat adanya lima tantangan Industri Kecil Menengah (IKM) otomotif.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan dalam pertumbuhan IKM Otomotif terhadap beberapa tantangan, mulai dari sumber daya manusia hingga permodalan.

Dia menilai saat ini IKM otomotif harus beradaptasi dengan cepat, terlebih dengan adanya percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia. Mulai dari sumber daya manusia yang dituntut untuk cepat beradaptasi dengan mesin dan teknologi terbaru.

"Maka dari itu perlunya standarisasi kompetensi SDM," ujar Reni dalam acara "Workshop Roadshow to Exhibition: Sharing Key Success Menjadi Supplier OEM dan Memperluas Akses Pasar", pada Senin (26/9/2022).

Kompetensi SDM harus dibarengi dengan perbaikan sistem manajemen dan peningkatan budaya kerja dalam upaya peningkatan produktivitas.

Reni juga menilai saat ini bahan baku prime banyak yang tidak dapat diakses oleh IKM, di mana kerap kali adanya kebutuhan bahan baku yang beragam dalam kuantitas tertentu. Selain itu IKM Otomotif juga membutuhkan mesin produksi dan teknologi dalam peningkatan produktivitas maupun diversifikasi produk.

Dari sisi penjualan, IKM Otomotif juga memerlukan dukungan untuk masuk ke dalam supply chain industri besar dan pasar after after, sehingga adanya tuntutan untuk bersaing dari sisi harga, kualitas dan kuantitas.

"Dan terakhir, adanya kebutuhan permodalan dalam rangka investasi mesin dan peralatan. Sehingga perlunya skema permodalan yang lebih fleksibel untuk IKM." jelasnya

Adapun pada tahun lalu 2021, beberapa IKM binaan Kemenperin sudah mulai bermitra dengan beberapa Industri besar, sebagai berikut.

1. PT. Rachmad Perdana Adimetal, berlokasi di Jakarta saat ini bermitra dengan PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) dalam lingkup penyediaan komponen motor listrik dan komponen sepeda.

2. PT. Eran Teknikatama, berlokasi di Bogor saat ini bermitra dengan PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) dalam lingkup penyediaan komponen motor listrik dan komponen sepeda.

3. PT. Servatek Anugerah Eksakta, berlokasi di Bekasi saat ini bermitra dengan PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) dalam lingkup penyediaan komponen motor listrik dan komponen sepeda.

4. PT. Kreasi Niaga Artha Gigih, berlokasi di Bekasi saat ini bermitra dengan PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) dalam lingkup penyediaan komponen motor listrik dan komponen sepeda.

5. CV. Byakta Prakasa, berlokasi di Sukoharjo saat ini bermitra dengan PT. Krakatau Steel Penyediaan dalam lingkup penyedian jasa repair dan pembuatan part mechanical.

6. PT Simatek, berlokasi di Tegal saat ini bermitra dengan PT. United Tractor Pandu Engineering dalam penyediaan komponen alat berat.

7. PT. Putra Tunggal Manufaktur berlokasi di Tegal saat ini bermitra dengan PT. Hanken Indonesia dalam penyediaan komponen.

8. IKM Peralatan Listrik berlokasi di Sentra IKM Tegal, Klaten, Sidoarjo dan Sukabumi saat ini bermitra dengan PT. PLN Persero (Unit Pusat Pemeliharaan Listrik dan Unit Distribusi Tingkat Provinsi dan Kab/Kota) dalam penyediaan part dan komponen peralatan listrik.


9 PT. Bimuda Karya Teknik berlokasi di Tegal saat ini bermitra dengan PT. Metindo Era Sakti dalam penyediaan komponen otomotif dan implementasi industri 4.0.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top