Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produknya Diimpor Grup Bakrie, BYD Malah Bikin Pabrik di Thailand

BYD akhirnya membangun pabrik di Thailand dengan target operasi pada 2024. Basis produksi itupun mengincar pasar Asean.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 09 September 2022  |  14:00 WIB
Produknya Diimpor Grup Bakrie, BYD Malah Bikin Pabrik di Thailand
Bus Listrik Baterai BYD. /BYD
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Produsen mobil listrik asal China, BYD memilih mendirikan pabrik di Thailand. Bahkan, pembangunan tersebut telah dimulai dan ditarget beroperasi pada 2024.

Dikutip dari electrive.com, pabrik BYD itu memiliki kapasitas sebanyak 150.000 unit mobil listrik per tahun. Kabar itu muncul setelah pengumuman oleh pengembang industri Thailand WHA, yang menandatangani perjanjian pembelian dengan BYD untuk 96 hektar lahan sebagai fasilitas produksi.

Menurut pernyataan itu, pabrik akan berlokasi di kawasan industri yang disebut 'WHA Rayong 36 Industrial Estate', dipilih karena kedekatannya dengan jalan raya, pelabuhan Map Ta Phut dan Laem Chabang dan Bandara U-Tapao.

BYD berencana untuk menjual mobil listrik yang dibangun di lokasi mulai 2024 di Asia Tenggara dan Eropa, menurut mitra pengembangannya. Produk BYD pun disesuaikan dengan kemudi setir kanan.

Dengan dukungan Board of Investment of Thailand, BYD Thailand akan membangun pabrik untuk mobil listrik dengan teknologi penggerak tangan kanan yang canggih di Kawasan Industri WHA Rayong 36.

Pabrik ini diharapkan akan beroperasi pada 2024 dan memiliki kapasitas tahunan 150.000 mobil listrik. Hasil produksinya akan diekspor ke negara-negara ASEAN dan Eropa.

“Membuka fasilitas produksi baru di luar negeri di Kawasan Industri WHA Rayong 36 benar-benar kemajuan yang signifikan dalam ekspansi grup kami,” kata Liu Xueliang, manajer umum Divisi Penjualan Mobil Asia-Pasifik BYD.

Setelah melalui proses pencarian dan seleksi yang menyeluruh, situs tersebut terbukti menjadi pilihan ideal karena lokasi geografis dan reputasinya sebagai klaster kawasan industri terkemuka di kawasan tersebut, katanya.

Kebetulan, BYD baru-baru ini menunjuk Rêver Automotive Company sebagai mitra penjualan eksklusifnya untuk Thailand. Sudah di tahun pertama kerja sama, Cina bertujuan untuk menjual lebih dari 10.000 kendaraan listrik di sana.

Pemerintah Thailand telah lama menyadari peluang dalam transformasi industri otomotif dan berusaha menjadikan Thailand sebagai pusat kendaraan listrik di Asia Tenggara. Menurut pengembang industri WHA, Kementerian Keuangan Thailand kini telah menyetujui 26 proyek mobil listrik dari 17 perusahaan, yang diharapkan dapat menambah total kapasitas produksi 830.000 kendaraan listrik.

Hal itu diharapkan meningkat menjadi satu juta kendaraan listrik pada awal 2023. Antara lain, inisiatif dari pabrikan kontrak China Foxconn membentuk usaha patungan untuk produksi mobil listrik di Thailand bersama dengan perusahaan energi Thailand PTT.

Thailand juga ingin mempromosikan adopsi mobil listrik di pasar mobilnya sendiri. Untuk tujuan ini, pemerintah mengadopsi insentif pemerintah baru pada Maret 2022. Target yang diumumkan adalah hanya menjual mobil listrik di Thailand mulai tahun 2035.

Di Indonesia, produk listrik BYD telah dipergunakan sebagai armada Transjakarta. Sekitar 30 unit bus listrik itu dirakit Vektor Mobility Indonesia yang merupakan anak usaha Bakrie Autoparts.

Tidak hanya bus, mobil penumpang BYD berteknologi listrik pun telah dipergunakan Blue Bird. Pada tahun ini, perusahaan taksi berkode saham BIRD itu menargetkan mengimpor sebanyak 50 unit BYD T3.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top