Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembangan Mobil Niaga, Isuzu: Mau Euro Dulu atau Listrik Sih?

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengungkapkan pengembangan industri mobil niaga menelan investasi besar, karena itu butuh kejelasan kebijakan pemerintah.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  21:23 WIB
Pengembangan Mobil Niaga, Isuzu: Mau Euro Dulu atau Listrik Sih?
Mekanik memeriksa truk Isuzu - Bisnis/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengungkapkan kebingungan dengan peta jalan atau roadmap dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM terkait program elektrifikasi menuju nol karbon, khususnya pada sektor industri kendaraan niaga.

Marketing Division Head PT IAMI Attias Asril menyampaikan pihaknya membutuhkan kejelasan roadmap untuk kepentingan investasi dibidang energy tersebut.

“Ini soal road map kendaraan elektrifikasi, karena buat kami terkait dengan investasi itu butuh clear journey sebenernya,” ujarnya dalam "Diskusi Panel Isuzu AC/DC : Future of EV for Commercial Vehicle" di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Selasa (16/8/2022).

Pada tahun ini segmen mobil niaga seperti Isuzu baru mendpatkan pembaruan teknologi era Euro 4 untuk kendaraan diesel. Attias menyebutkan juga beberapa waktu yang lalu sempat ada wacana penambahan suatu alat menuju ke Euro 6.

“Sebenarnya perjalanan ini mau kemana, apakah kami sudah sepakat bahwa arahnya ke elektrik vehicle, atau apakah kita akan masuk juga ke Euro yang lebih ketat atau pernah juga ada wacana kendaraan berbahan bakar gas,” lanjutnya.

Saat ini Kementerian Perindustrian mengarah pada Peraturan Pemerintah (PP) No.73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Aturan tersebut mengatur perubahan tarif PPnBM, termasuk untuk kendaraan listrik dan kendaraan terelektrifikasi yang rendah karbon.

Sementara Kementerian ESDM pada diskusi tersebut mengungkapkan mengarah pada Peraturan Presiden (Perpres) No.55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan dirilis sebagai pembuka pintu gerbang menuju era kendaraan listrik.

Karenanya, Isuzu merasa masih membutuhkan arahan jelas terkait rencana pemerintah agar tidak salah jalan nantinya.

“Itu yang dari kami sangat butuh arahan, kejelasan journey-nya seperti apa, sehingga investasi kami benar-benar akan fokus kesana dan mendukung program pemerintah,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top