Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menuju Era Elektrifikasi, Toyota Ungkap Tantangan Transisi Industri

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyebut transisi kendaraan listrik masih menyisakan beberapa tantangan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  14:26 WIB
Menuju Era Elektrifikasi, Toyota Ungkap Tantangan Transisi Industri
Vice President PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Nandi Julyanto di sela acara Seminar Nasional 100 tahun Industri Otomotif Indonesia Mewujudkan Net-Zero Emission di Indonesia, di Kampus Universitas Udayana, Rabu (27/7/2022). - TMMIN

Bisnis.com, BADUNG – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyebut transisi mobil listrik masih menyisakan sejumlah tantangan, terutama dari kesiapan sumber daya manusia dan deindustrilisasi. 

Vice President TMMIN Nandi Julyanto mengatakan perusahaan bersama dengan pemerintah dan akademisi terus bekerjasama mengawal proses transisi mobil listrik.

Menurutnya, kolaborasi triple helix berupa sinergi positif pemerintah, akademisi, dan industri dapat menjadi solusi nyata mencapai netralitas karbon yang merupakan target nasional yang harus dicapai pada 2060.

Kendati demikian, transisi untuk menuju target tersebut diakuinya bukanlah sebuah hal yang mudah dan membutuhkan waktu. Pasalnya, transisi mobil listrik untuk mengurangi emisi karbon secara langsung akan mempengaruhi ekosistem industri otomotif.

“Industri otomotif yang kini tengah bertransisi menuju era elektrifikasi dan rendah emisi, kami bersama-sama dengan bantuan pemerintah, akademisi serta semua pihak berupaya dalam memastikan agar transisi ini berjalan mulus dan seminimal mungkin berdampak negatif terhadap rantai suplai yang eksis saat ini sehingga sektor otomotif tidak mengalami deindustrialisasi,” katanya dalam seminar di Universitas Udayana, Rabu (27/7/2022).

Era elektrifikasi akan menyebabkan disrupsi dalam rantai pasok komponen industri otomotif. Padahal, dia menyebutkan rantai pasok Toyota telah mempekerjakan lebih dari 300.000 karyawan.

Ketika memproduksi mobil listrik atau hybrid, setidaknya ada beberapa komponen yang harus hilang, ditambah, atau bahkan harus diganti seluruhnya. Tentunya, kondisi ini akan mempengaruhi kesiapan rantai pasok industri otomotif.

“Kami ingin transisi berjalan mulus karena rantai pasok kami melibatkan lebih dari 300.000 karyawan,” tekannya.

Selain itu, dia juga mengemukakan kesiapan sumber daya manusia menjadi perhatian untuk memuluskan target net zero emission dan era elektrifikasi.

“Baru-baru ini kami telah membangun dan meluncurkan sebuah fasilitas pembelajaran dan pengembangan kapabilitas elektrifikasi serta energi hijau yang kami sebut dengan nama xEV Center di area pabrik Karawang 3 kami,” jelasnya.

Dia menyebut xEV Center ini menjadi fasilitas edukasi yang dapat diakses oleh seluruh publik baik bagi pemerintah, akademisi, pelajar, dan masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait lingkungan yang lebih hijau melalui kehadiran berbagai teknologi elektrifikasi dan ekosistem pendukungnya di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota motor manufacturing indonesia toyota emisi karbon Mobil Listrik
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top