Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pak Jokowi!  Ini Upaya Honda dan Suzuki Redam Impor, TKDN Produk Capai 95 Persen

Meskipun untuk komponen kritikal seperti terkait kelistrikan masih harus diimpor, tetapi berbagai komponen produk otomotif yang diproduksi Honda dan Suzuki telah memanfaatkan produksi lokal.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  15:55 WIB
Pak Jokowi!  Ini Upaya Honda dan Suzuki Redam Impor, TKDN Produk Capai 95 Persen
Honda Brio RS. - HONDA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas produk mobil keluaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dan Honda Prospect Motor (HPM) diklaim telah menggunakan komponen lokal hingga 95 persen. Hanya saja, masih terdapat komponen kritikal yang masih harus diimpor.

Dari sisi Honda, komponen impor yang tersisa berkaitan dengan elektrifikasi. Salah satunya yaitu engine control unit (ECU).

Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan bahwa  komponen lokal untuk mobil yang dipasarkan di Indonesia sudah sangat tinggi.

Berdasarkan hasil penilaian dari pemerintah, Brio merupakan yang paling tinggi, yaitu 95 persen. Lalu, BRV 80 persen sampai 85 persen, HRV mencapai 82,5 persen, serta CRV dan City Hatchback di atas 70 persen.

“Yang belum dapat disupply oleh local procurement biasanya yang menyangkut komponen electrik seperti ECU yang memerlukan kapasitas volume dan teknologi yang tinggi,” katanya saat dihubungi, Kamis (16/6/2022).

Billy menjelaskan bahwa sebenarnya komponen tersebut bisa diproduksi di dalam negeri. Namun, produsen komponen membutuhkan syarat volume minimal agar investasi teknologi tidak merugi. Singkatnya, permintaan harus dalam jumlah besar.

“Strategi pemusatan produksi di tempat yang memiliki infrastruktur yang sudah tersedia untuk mendapat cost yang sangat kompetitif juga merupakan bagian dari pertimbangan,” jelasnya.

Sejauh ini, meskipun diakui pasar otomotif Indonesia sangat menjanjikan, produsen komponen kritikal masih ragu menanamkan modal pada jenis komponen tertentu. Pada saat yang sama, Billy menuturkan bahwa Honda berupaya mendapatkan produk dalam negeri demi menghasilkan harga kendaraan yang kompetitif.

“Dan tentunya tujuan kami juga turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menggunakan infrastruktur industri lokal yang ada,” ungkapnya.

Selain itu, ketergantungan komponen kritikal lainnya berkaitan dengan mikrocip. Hingga kini, Honda memiliki kendala dari sisi produksi untuk memenuhi permintaan konsumen sejalan kelangkaan pasokan mikrocip.

Sebaliknya, untuk Suzuki kondisi itu berbeda. Berbagai komponen kritikal produk Suzuki diklaim telah menjalani lokalisasi.

4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengungkapkan komponen lokal yang digunakan perusahaannya terus naik setiap tahunnya. Dia memaparkan pada 2020, angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mayoritas produk Suzuki rata-rata mencapai 91 persen.

Tahun lalu, level TKDN itu dikerek hingga 94 persen, dan pada tahun ini hingga Juni mencapai 96 persen. Meski masih terdapat komponen impor, Suzuki mengaku tidak terlalu terkendala pasokan, sebab jenis komponen terkait tidak termasuk kritikal.

Donny mencontohkan Suzuki menggunakan audio lokal yang diproduksi di Tanah Air pada mobilnya. Artinya salah satu komponen tidak bergantung dari pengaruh luar, termasuk dalam hal pengiriman.

“Contoh sekarang China lockdown. Tapi kan Cikarang tidak. Ngapain pusing,” katanya saat ditemui pekan lalu.

Di sisi lain, belum lama Presiden Joko Widodo mengungkapkan kerisauannya atas serapan produk dalam negeri yang rendah. Bahkan, presiden mewanti-wanti agar permintaan yang tinggi dari pasar nasional bisa dipasok sebisa mungkin industri di dalam negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top