Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Mobil Tumbuh 33,3 Persen, Mobil Komersial Mendominasi. Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton

Jika dibandingkan periode Januari-April tahun lalu yang mencapai 16.412 unit, tingkat pertumbuhan impor tahun ini mencapai 33,3 persen.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  16:47 WIB
Mitsubishi Triton.  - MMKSI
Mitsubishi Triton. - MMKSI

Bisnis.com, JAKARTA- Selama periode Januari sampai April tahun ini, total impor mobil utuh mencapai 21.890 unit. Pertumbuhan impor dipicu banyaknya mobil komersial terutama kabin ganda dan truk yang

Kinerja impor mobil utuh berdasarkan data penjualan diler (wholesales) milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) itu tumbuh pesat. Jika dibandingkan periode Januari-April tahun lalu yang mencapai 16.412 unit, tingkat pertumbuhan impor tersebut mencapai 33,3 persen.

Di sisi lain, impor pada April tahun ini hanya sebear 4.245 unit, terpangkas sekitar 52 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 8.800 unit. Dari sisi produk, mobil komersial seperti Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton mendominasi impor.

Pada urutan pertama, Toyota Hilux yang didatangkan dari Thailand menjadi penyumbang impor terbesar. Total impor Hilux mencapai 5.485 unit.

Kedua, Mitsubishi Triton yang diimpor sebanyak 4.980 unit sepanjang Januari hingga April tahun ini. Mobil tersebut seluruhnya didatangkan dari Thailand.

Kendaraan komersial lainnya yang banyak diimpor selama periode empat bulan pertama tahun ini adalah Truk Axor keluaran Daimler (Mercedes Benz). Truk tersebut banyak didatangkan dari India, dengan total impor sebanyak 943 unit.

Pada segmen mobil penumpang, Toyota Alphard mendominasi impor dengan total 1.032 unit selama Januari hingga April. MPV premium tersebut dikapalkan langsung dari Jepang.

Selain itu, terdapat Hyundai Palisade yang diimpor dari Korea Selatan. Selama Januari hingga April tahun ini, sebanyak 968 unit Palisade dikirim dari “Negeri Gingseng”.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top