Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Baterai Ramai, Penjualan Mobil EV Ringsek. Penjualan Ioniq Anjlok

Selama kuartal pertama tahun ini, justru penjualan BEV malah mengkerut. Dari sekitar 259 unit terjual pada kuartal I/2021, kinerja itu turun 75,2 persen menjadi 64 unit selama tiga bulan pertama tahun ini.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 28 April 2022  |  15:05 WIB
Penyerahan mobil listrik Hyundai di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (24/11/2021) - Bisnis/Wibi P.
Penyerahan mobil listrik Hyundai di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (24/11/2021) - Bisnis/Wibi P.

Bisnis.com, JAKARTA- Harapan mengalirnya investasi pengembangan industri kendaraan listrik semakin ramai dikemukakan seiring sinyal komitmen dari para pemain besar, seperti CATL, LG Chem, bahkan Tesla. Lain halnya dengan pasar kendaraan listrik, terutama segmen teknologi battery electric vehicle (BEV) yang semakin susut.

Euforia kendaraan listrik belum sampai titik. Berbagai sinyal komitmen investasi berlanjut, gelontoran investasi juga dikabarkan akan masuk ke Indonesia, terutama untuk pengembangan industri baterai.

Keramaian lainnya yakni kemunculan model BEV anyar yang dipamerkan beberapa prinsipal. Sebut saja seperti Toyota memajang Innova BEV, Hyundai malah telah meluncurkan Ioniq 5 EV, serta Wuling yang siap memboyong mobil mini EV.

Di sisi lain, selama kuartal pertama tahun ini, justru penjualan BEV malah mengkerut. Dari sekitar 259 unit terjual pada kuartal I/2021, kinerja itu turun 75,2 persen menjadi 64 unit selama tiga bulan pertama tahun ini.

Hyundai masih merupakan prinsipal dengan model EV paling banyak. Bahkan, pada kuartal pertama tahun ini, model EV tidak hanya dihuni Ioniq dan Kona, melainkan pula Genesis G80.

Namun demikian, secara keseluruhan total penjualan EV dari Hyundai hanya tercatat sebanyak 45 unit, turun 81,01 persen dibandingkan  capaian periode sama tahun lalu sebanyak 237 unit.

Ioniq Signature EV hanya terjual 24 unit, turun 77,9 persen. Bahkan Ioniq Prime EV sama sekali tidak mencatatkan skor penjualan selama kuartal pertama tahun ini. Sedangkan Kona EV hanya menorehkan penjualan sebanyak 20 unit, jauh di bawah capaian periode sama tahun lalu sebesar 124 unit.

Sebaliknya, dari pabrikan pemain EV lainnya menunjukkan geliat. Nissan Leaf mencatatkan penjualan sebanyak 16 unit selama Januari-Maret 2022, berbeda dengan kondisi pada periode sama tahun lalu.

Toyota juga tidak lagi melego COMS EV selama kuartal pertama tahun ini. Padahal, kuartal pertama tahun lalu, terdapat penjualan mobil EV tersebut sebanyak 20 unit.   

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top