Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Mobil Maret Kembali Ngegas Naik 16 Persen, Mendekati Kinerja Pra Pandemi

Volume penjualan mobil pada Maret yang mencapai 98.536 unit dinilai telah menyentuh kondisi penjualan pra pandemi.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 13 April 2022  |  12:12 WIB
Deretan mobil tampak di luar ruang pamer Volvo di London, Inggris, 4 Oktober 2013. / REUTERS
Deretan mobil tampak di luar ruang pamer Volvo di London, Inggris, 4 Oktober 2013. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA- Penjualan mobil pada Maret menunjukan peningkatan,di mana penjualan wholesales pada Maret 2022 naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan meningkat 28 persen dibandingkan penjualan bulan lalu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) penjualan wholesales pada Maret ini mencapai 98.536 unit,  naik 16 persen year on year (yoy). Penjualan retail juga mengalami peningkatan sama yaitu 16 persen yoy menjadi 89.821 unit dari sebelumnya 77. 514.

Penjualan retail pada Maret juga meningkat 28 persen month to month (mtm) menjadi 89.821, di mana pada penjualan pada Februari, total penjualan seluruh merk mencapai  69.989 unit

Penjualan mobil secara retail masih didominasi oleh Toyota dengan 30.935 unit atau naik 46 persen mtm dibandingkan Februari yang hanya menjual 21.187 unit.

Selanjutnya, terdapat  Daihatsu yang juga menunjukan pertumbuhan dengan peningkatan 24 persen mtm menjadi 16.318 unit dari sebelumnya pada Februari hanya menjual 13.122 unit.

Mitsubishi membuntuti di posisi ketiga. Pemilik merk XPander ini menunjukan peningkatan namun tidak signifikan menjadi 10.592 unit atau naik 6 persen mtm dari sebelumnya 9.974 unit.

Di posisi selanjutnya, Honda tercatat meningkat sebanyak 13 persen mtm pada Maret menjadi 9.554 unit dari sebelumnya 8.478 unit dan Suzuki meningkat sebanyak 29 persen menjadi 7.765 unit.

Sebelumnya Gaikindo mengatakan angka penjualan pada Maret telah mencapai angka penjualan industri otomotif Indonesia pada kondisi normal, sebelum pandemi.

Melihat hal ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Republik Indonesia, khususnya kepada Kementerian Perindustrian atas dukungan luar biasa lewat berbagai kebijakan yang mendorong bangkitnya industri otomotif Indonesia.

Kebijakan Kementerian Perindustrian RI untuk industri otomotif Indonesia, relaksasi PPnBM DTP telah berhasil membangun gairah pasar dan mendorong tingginya permintaan.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan kebijakan tersebut juga menggerakkan kembali UKM industri pendukung otomotif, sehingga secara keseluruhan kebijakan relaksasi PPnBM DTP telah mampu menggerakkan ekosistem seluruh lini industri otomotif Indonesia, dan membangkitkan kembali industri otomotif yang menjadi salah satu sektor andalan dengan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

Tercatat kenaikan signifikan setelah berlakunya kebijakan PPnBM DTP. Pada tahun 2021 tercatat kenaikan penjualan domestik sebesar 68 persen. Dan dengan hasil penjualan pada bulan Maret 2022, pencapaian Kuartal pertama tahun 2022 yang mencapai 263.810 unit juga kembali mencatatkan kenaikan sebesar 41,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Hasil penjualan kendaraan pada bulan Maret yang berhasil mencapai lebih dari 98 ribu unit, yang berhasil menyamai angka pencapaian pada kondisi normal, adalah buah dari dukungan dan arahan yang diberikan Pemerintah. Dan khususnya kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Perindustrian, atas arahan dan dukungan sepenuhnya kepada industrI otomotif Indonesia lewat kebijakan relaksasi PPnBM DTP yang menjadi alasan utama kenaikan angka penjualan luar biasa yang dicatat pada kuartal pertama tahun ini,” ujar Yohannes beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota gaikindo honda mitsubishi daihatsu penjualan mobil Penjualan Mobil
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top