Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Motor Turun per Februari 2022, AISI Beberkan Penyebabnya

Penjualan Motor Pada Februari turun 17,09 persen (month to month/mtm) dibandingkan dengan realisasi pada Januari 2022.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  15:45 WIB
Penjualan Motor Turun per Februari 2022, AISI Beberkan Penyebabnya
Sepeda motor - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) membeberkan penyebab penurunan penjualan sepeda motor pada Februari tahun ini.

Berdasarkan data AISI, penjualan sepeda motor domestik turun 17,09 persen (month to month/mtm) dibandingkan dengan realisasi Januari 2022 dengan penjualan 443. 890 unit. 

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan penurunan penjualan sepeda motor diakibatkan hari kerja yang pendek yaitu hanya 28 hari. Selain itu ada juga keterlambatan penerimaan suku cadang subkomponen.

"Lebih disebabkan karena hari kerja yang pendek [28 hari ditambah hari libur] juga ada keterlambatan penerimaan parts sub komponen dari vendor ya," ujar Sigit kepada Bisnis pada Kamis (17/3/2022) 

Berdasarkan data AISI, penjualan pada Februari 2022 tercatat turun ke angka 367.036 unit atau turun 17,09 persen. Penjualan sepeda motor pada Februari 2022 ini juga turun 3 persen jika dibandingkan penjualan tahun lalu sebanyak 377.776 unit. 

Meskipun penjualan domestik turun, ekspor sepeda motor justru mencatatkan torehan positif. Jumlah ekspor sepeda motor pada Februari 2022 mencatat angka 59.542 unit. Angka tersebut meningkat 16,67 persen jika dibandingkan Januari 2022 yang tercatat 51.036 unit

Adapun realisasi ekspor sepeda motor anjlok 25 persen atau 20.015 unit jika dibandingkan dengan torehan ekspor pada periode yang sama tahun lalu. 

Sebelumnya Sigit menyampaikan perang antara Rusia dan Ukraina menghambat aliran pasokan subkomponen. 

“Meskipun Ukraina tidak memproduksi komponen otomotif, namun negara tersebut memasok bahan untuk pembuatan komponen,” katanya

Sigit menjelaskan nyaris hampir seluruh komponen industri roda dua di Tanah Air telah mampu menggunakan produk lokal. Hal itu tercermin dari tingkat kandungan lokal yang hampir menyentuh 100 persen. 

Namun demikian, seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan bermotor yang hampir seluruhnya menggunakan teknologi elektrik yang meningkat, penggunaan cip semikonduktor pun sudah lazim.

“Komponen inilah yang akan terganggu pasokannya, Ukraina mengekspor bahan baku pembuatan subkomponen tersebut,” tambah Sigit.

Di lain sisi, meski tidak secara langsung menghantam laju produksi, pengaruh perang Rusia-Ukraina itu pun telah memacu industri roda dua di dalam negeri. Tetapi, Sigit menjamin rantai pasok selama tiga bulan ke depan masih cukup aman.

“Dari industri roda dua dalam negeri memang telah mencari alternatif pasokan, sejauh ini masih cukup aman, karena manajemen rantai pasok itu kan periodik selama tiga bulanan,” jelasnya.

Dampak lain yang mulai dikhawatirkan adalah dari sisi makro. "Bisa jadi ini akan memicu inflasi yang akan berpengaruh terhadap daya beli," tutup Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan mobil Penjualan Sepeda Motor AISI Perang Rusia Ukraina
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top