Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 10 Strategi Pemerintah Genjot Kendaraan Listrik (EV)

Kendaraan listrik masih terkendala dengan infrastruktur yang minim serta harga terlampau tinggi dibandingkan produk sejenis bermesin konvensional.
Kahfi & Danny Saputra
Kahfi & Danny Saputra - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  16:23 WIB
Sepeda Motor Listrik T1800 yang merupakan produk PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. (BIKE) - BIKE
Sepeda Motor Listrik T1800 yang merupakan produk PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. (BIKE) - BIKE

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah tengah menggodok aturan teknis terkait penggunaan kendaraan bermotor listrik secara massal melalui program pembelian untuk operasional intansi serta konversi teknologi.

Hal ini merupakan turunan dari kebijakan Perpres No.55/2019 tentang pengembangan Industri Kendaraan Bermotor Listrik berbasis baterai (BEV). Saat ini, tantangan utama populasi kendaraan listrik selain infrastruktur yang masih minim, adalah harga jauh lebih tinggi dari kendaraan berteknologi konvensional.

Strategi itu dipaparkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi. Terdapat aneka pendekatan yang dilakukan pemerintah agar populasi kendaraan listrik terus bertambah.

Berikut strategi pemerintah terkait pengembangan EV (Electric Vehicle) yang telah dirangkum Bisnis:

1.       Pemerintah tengah memformulasikan agar penggunaan  EV bisa masif di masyarakat, sebagai pilot project adalah pemanfaatannya oleh berbagai instansi pemerintah khususnya para pimpinan (Eselon I & Eselon II). Untuk itu, pemerintah tengah menyusun standar biaya masukan Tahun Anggaran 2020.

 

“Sewa atau beli KBL itu kan mahal, makanya kami lagi siapkan juga [aturan teknis],” kata Budi beberapa waktu lalu.

 

2.       Penyusunan kebijakan subsidi pembelian kendaraan listrik. Dalam hal ini, pemerintah menyusun kebijakan sekaligus rancangan untuk menggolkan pengalihan subsidi BBM kepada potongan harga pembelian produk kendaraan listrik.

Halaman:
  1. 1
  2. 2
  3. 3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top