Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adu Canggih Teknologi di Ajang Bergengsi MotoGP

Adu balap MotoGP yang bergengsi melibatkan pula perlombaan teknologi mutakhir. Pabrikan seperti Honda, Yamaha, Suzuki, hingga KTM juga berpacu menghadirkan teknologi terbaru.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 11 Februari 2022  |  14:00 WIB
Foto udara operator menggunakan alat berat mengerjakan pembangunan "tunnel" atau terowongan Mandalika International Street Circuit (Sirkuit Mandalika) di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO - Ahmad Subaidi
Foto udara operator menggunakan alat berat mengerjakan pembangunan "tunnel" atau terowongan Mandalika International Street Circuit (Sirkuit Mandalika) di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO - Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA – Tim-tim MotoGP saat ini tengah bersiap untuk menyongsong perhelatan MotoGP yang akan diadakan di Mandalika, NTB pada Maret 2022 mendatang. Ajang balap bergengsi ini selalu menampilkan persaingan teknologi adu kecepatan dan ketahanan yang paling mutakhir. 

Tiap pabrikan dipaksa untuk meningkatkan kualitas peforma. Berbagai langkah dilakoni demi motor dapat melaju dengan cepat dan memiliki keseimbangan yang stabil.

Sebenarnya, setiap tim melakukan peningkatan terhadap teknologi motor mereka setiap tahunnya, hanya saja itu tak terlihat secara eksplisit karena publik hanya fokus pada komponen mesin.

Pada masa sekarang, tim-tim tidak hanya berfokus pada cara meningkatkan kecepatan motor, tapi juga memperhatikan perilaku motor itu sendiri.

Untuk membuat motor tetap mudah dikendalikan pada kecepatan tinggi, winglet atau dua sayap kecil yang terpasang pada fairing motor diciptakan.

Simak perkembangan teknologi terbaru dari 6 pabrikan MotoGP berikut ini:

YAMAHA

Yamaha sebenarnya memiliki kelemahan jika melaju dengan kecepatan tertinggi. Ketika dilakukan tes di Misano, Italia, mereka menguji motor 2022 yang menggunakan sasis terbaru. Akan tetapi, menurut pembalap Fabio Quartararo, tidak ada perbedaan signifikan yang diraskan ketika mengendarai motor dengan tampilan baru tersebut.

Yamaha memang tidak ingin melakukan perubahan besar karena menganggap sudah memiliki paket yang bagus. Hanya saja, mereka terus fokus mencari solusi untuk meningkatkan daya cengkeram ban belakang.

Honda

Banyak orang yang menilai bahwa Honda tidak melakukan perubahan pada motor RC213V mereka selama bertahun-tahun karena bentuknya yang serupa. Namun, dibalik itu semua, mereka telah melakukan banyak peningkatan pada teknologi RC213V.

Terlebih pada tahun depan, para penggemar MotoGP kemungkinan besar akan disajikan wajah baru RC213V. Tes yang dilakukan di Misano menunjukkan bahwa Honda mengubah sebagian besar bentuk motor mereka.

Perubahan yang dibuat oleh honda antara lain fairing depan dibuat lebih masuk ke dalam yang bertujuan untuk mengalirkan udara dengan lebih baik. Fairing aerodinamika RC213V yang baru juga lebih turun dan lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Meski terlihat sama dengan sebelumnya, air intake juga dibuat lebih ramping dengan bagian dalam lebih lebar untuk memaksimalkan aliran udara.

Perbedaan terbesar terlihat pada bagian belakang, di mana knalpot RC213V 2022 berada di sisi kanan, berbeda dengan edisi tahun-tahun sebelumnya yang terdapat di bawah jok. Desain ini mengikuti desain yang dipakai oleh Ducati dan Aprilia.

Suzuki

Suzuki tidak banyak melakukan perubahan besar pada bentuk motor mereka, hanya saja Suzuki memperkenalkan sasis baru dalam tes di Misano.

Sasis baru memiliki bagian serat karbon yang diikat ke bagian atas balok utama. Di sini, ikatan karbon bisa berarti memberikan dampak yang berbeda-beda.

Hal itu akan mengubah karakteristik kekakuan dan kelenturan motor pada sudut kemiringan yang tinggi. Selain itu, perilaku motor juga mengalami perubahan ketika melakukan pengereman keras.

Perubahan ini mungkin menambah lebih banyak kekakuan sasis pada motor secara longitudinal dan itu hanya bisa membantu Suzuki menjadi sedikit lebih kuat pada pengereman.

Aprilia

Perubahan besar antara RS-GP tahun ini dengan musim depan adalah fairing depan yang lebih ramping. Komponen baru itu diuji coba oleh test rider Aprilia, Lorenzo Savadori.

Akan sulit seklias melihat dan menemukan perbedaan dari Aero winglet lama maupun baru karena secara bentuk masih sama, namun diberitakan dimensi panjang wing lebih pendek dari yang selama ini dipakai.

Aprilia sedang fokus meningkatkan kecepatan dan itu jadi salah satu cara untuk melakukannya karena aliran udara akan mengalir lebih cepat.

Ini juga sebagai salah satu solusi dari Aprilia atas keluhan Aleix Espargaro yang mengaku tidak merasakan kecepatan saat berlaga di sektor trek lurus. Dan juga permintaan dari Maverick Vinales yang menginginkan peningkatan handling motor, terutama ketika ia harus membanting Motor ke kanan kiri pada tikungan berjenis berbalik arah yang hadir di beberapa Trek. Lagi pula pada Downforce begitu besar juga memiliki efek samping yang lumayan terasa saat menikung

Ducati

Tim satu ini tak pernah kehabisan ide untuk menciptakan terobosan baru. Tahun ini saja, ada beberapa teknologi yang diperkenalkan. Pada motor keluaran 2022, Ducati fokus pada sistem aerodinamika agar Desmosedici GP memiliki keseimbangan tepat.

Ada dua tipe aero berbeda yang diuji coba oleh pihak Borgo Panigale. Pertama, modifikasi pada dua set winglet, dengan bagian atas lebih kecil, kemungkinan itu akan menghasilkan downforce lebih rendah.

Hal yang menarik ditemukan di tipe aerodinamik kedua yang memiliki sayap kedua yang terbagi menjadi dua elemen, yang berarti bahwa tipe aero ini memiliki total empat elemen, jika saluran downwash tepat di bagian paling bawah fairing juga dihitung.

Diperkirakan penambahan detail Winglet di side fairing ini ini akan menghasilkan lebih banyak downforce daripada sebelumnya.

KTM

Melakoni tahun pertama tanpa status konsesi, KTM berjuang keras untuk bisa menyamai level pabrikan lainnya. Pada tes di Misano, pabrikan Austria itu memanfaatkannya dengan baik untuk mencoba semua teknologi yang telah mereka kembangkan.

KTM terlihat menguji desain Input udara RAM AIR nya berbeda, lebih lebar menunjukan bahwa KTM menginginkan input udara Yang lebih banyak.

KTM meperlihatkan paket aerodinamika pada tes hari kedua, di mana mereka memiliki fairing yang sangat mirip dengan motor Ducati 2019 dan 2020. Mereka disinyalir sedang mencari efek downforce terbaik agar bisa berakselerasi dengan bagus.

Menariknya, KTM tidak mengubah bentuk fairing, mereka hanya memasang winglet untuk mencari paket mana yang lebih baik.

Selain Ducati, KTM Juga menguji paket aero baru ini pada test Misano. terlihat desain Input udara RAM AIR nya berbeda, lebih lebar menunjukan bahwa KTM menginginkan Input udara Yang lebih banyak.

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MotoGP honda ktm suzuki yamaha ducati Aprilia MotoGP Mandalika
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top