Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Mobil di China Menurun Akibat Krisis Semikonduktor

Penjualan mobil di China mengalami penurunan hingga 9,1 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 12 Desember 2021  |  18:37 WIB
Pejalan kaki dan pesepeda di pusat distrik bisnis in Beijing, China, Selasa (23/11/2021) -  Bloomberg / Qilai Shen
Pejalan kaki dan pesepeda di pusat distrik bisnis in Beijing, China, Selasa (23/11/2021) - Bloomberg / Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan mobil di China mengalami penurunan hingga 9,1 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diduga karena berkurangnya chip semikonduktor global yang berkepanjangan mengganggu produksi. 

Berdasarkan laporan dari Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM), penjualan keseluruhan di pasar mobil terbesar dunia mencapai 2,52 juta kendaraan pada November. Dilansir dari ET Auto, data tersebut menandai penurunan bulanan ketujuh akibat kekurangan chip semikonduktor yang terjadi global.

“Penerimaan konsumen terhadap kendaraan energi baru terus meningkat, Pasar telah bergeser dari didorong oleh kebijakan menjadi didorong oleh permintaan,” kata juru bicara CAAM Chen Shihua dilansir ET Auto pada Minggu (12/12/2021)

Sementara itu, penjualan kendaraan energi baru, yang meliputi kendaraan listrik bertenaga baterai (EV), mobil hibrida plug-in (PHEV) dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen, mempertahankan momentum yang kuat, tumbuh 121 persen menjadi 450 ribu unit pada November didukung oleh upaya pemerintah untuk mengurangi polusi.

Tidak hanya itu, pembuat kendaraan listrik AS Tesla Inc menjual 52.859 kendaraan buatan China pada November, termasuk 21.127 untuk ekspor, kata Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA).

Bahkan, pembuat EV China Nio Inc menjual 10.878 mobil bulan lalu dan Xpeng Inc mengirimkan 15.613 kendaraan. Volkswagen AG mengatakan telah menjual lebih dari 14 ribu EV seri ID di China pada bulan November.

Namun secara keseluruhan penjualan November mengalahkan ekspektasi CAAM, dan menunjuk pada dampak penurunan harga bahan baku dan berkurangnya kekurangan listrik yang telah menghentikan produksi di banyak pabrik di bulan-bulan sebelumnya.

“Kekurangan semikonduktor akan terus menekan industri otomotif pada bulan Desember, meskipun permintaan mobil akan stabil karena ekonomi membaik,” tambahnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china semikonduktor
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top