Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Datang ke GIIAS 2021, Jokowi Lobi Bos Raksasa Otomotif Jepang

Ditemani oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi, Jokowi mengaku telah menyampaikan perhatian pemerintah mengenai pembangunan ekosistem mobil listrik.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 17 November 2021  |  15:40 WIB
Datang ke GIIAS 2021, Jokowi Lobi Bos Raksasa Otomotif Jepang
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda saat mengunjungi GIIAS 2021 di ICE, BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (17/11/2021). - Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas
Bagikan

Bisnis.com, TANGERANG — Berkunjung ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan para CEO pabrikan mobil Jepang. Ditemani oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi, Jokowi mengaku telah menyampaikan perhatian pemerintah mengenai pembangunan ekosistem mobil listrik.

"Tadi kami sudah bertemu dengan para CEO dan saya sampaikan apa yg menjadi concern kami dan apa yang bisa kami lakukan bersama-sama di masa yang akan datang," kata Jokowi di ICE, BSD, Tangerang, Banten Rabu (17/11/2021).

Menperin Agus Gumiwang menambahkan dalam diskusi tersebut, presiden membicarakan posisi Indonesia sebagai pemegang presidensi tahunan G20 pada 2022, terutama menyongsong era ekonomi hijau.

Industri otomotif dengan pengembangan teknologi listrik diharapkan menjadi bagian penting dari visi tersebut.

"Industri otomotif teknologinya tidak pernah stagnan, terus berkembang, termasuk bagaimana tekonologi dari industri otomotif juga dapat membantu adanya pengurangan emisi atau karbon di Indonesia," kata Agus.  

Selain itu, dia juga menyebut pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya kepada para produsen kendaraan dalam hal penggunaan teknologi listrik, baik yang sepenuhnya berbahan bakar setrum maupun yang berjenis plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Namun dia menegaskan Indonesia memprioritaskan EV dengan pertimbangan potensi penghiliran dari sumber daya alam seperti nikel dan kobalt. "Semua teknologi akan berlomba-lomba menuju green maka dari itu kita buka peluang sebesar dan seluas-luasnya," ujarnya.


Presiden Joko Widodo mengunjungi booth Hyundai di GIIAS 2021, ICE, BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (17/11/2021). /Biro Pers Sekretariat Presiden-Lukas

Arah pemerintah soal mobil listrik sebenarnya sudah jelas terlihat dari revisi PP 73/2019 menjadi PP 74/2021 yang mengatur soal PPnBM mobil listrik. Pada PP 73/2019, pemerintah menetapkan tarif PPnBM mobil mild hybrid sebesar 8–10 persen dan full hybrid 2–8 persen, sedangkan PHEV dan mobil listrik dibebaskan dari pajak barang mewah.

Pada aturan terbaru atau PP 74/2021, PPnBM mild hybrid dikenakan tarif 8–12 persen dan full hybrid 6–8 persen. PHEV tidak lagi mendapatkan keisitimewaan karena dikenakan tarif pajak barang mewah 5 persen. Pemerintah hanya membebaskan PPnBM bagi mobil listrik murni.

Adapun sebagaimana diketahui, pabrikan Jepang menginginkan mobil hybrid menjadi jembatan era kendaraan listrik. Mobil hybrid memiliki beberapa tahapan, di mana level paling awal adalah mobil konvensional yang disusupi teknologi listrik untuk meningkatkan jarak jelajah dengan bahan bakar yang lebih efisien.

Kemudian selanjutnya adalah full hybrid, di mana mobil masih meminum bensin, tetapi sumber tenaga penggerak adalah motor listrik. Sederhananya seperti generator yang berbahan bakar diesel, namun menghasilkan listrik untuk mengoperasikan peralatan elektronik.

Setelah itu ada PHEV, di mana mobil sudah memiliki baterai yang harus diisi ulang dengan cara mencolok kabel konektor ke soket listrik, seperti pada mobil listrik murni. Bedanya, mobil ini masih dapat mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga penggerak.

Sejauh ini, hanya pabrik otomotif Korea Selatan dan China yang telah berkomitmen untuk produksi mobil listrik murni mulai tahun depan. Toyota, pabrikan otomotif Jepang, menyatakan akan produksi mobil hybrid pada 2022. 

Hyundai bahkan telah menanamkan investasi dalam bentuk pabrik mobil listrik dan baterai. Perusahaan berkerja sama dengan LG mengincar ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan Asean.


Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjajal mobil listrik Mitsubishi Minicab-MiEV usai berkeliling di area pameran GIIAS 2021, Rabu (17/11/2021). /Biro Pers Media Istana-Lukas

Sementara itu, mengenai komitmen investasi dengan pabrikan Jepang, Agus mengatakan hasil kunjungan ke Negeri Sakura pada Maret 2021 masih dalam proses evaluasi. Saat itu Agus bertemu dengan empat pimpinan perusahaan otomotif Jepang, yakni Mazda Motor Corp., Hoda Motor Co. Ltd., Suzuki Motor Corp., dan Toyota Motor Corp.

Mazda diketahui tertarik dalam pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KLBB) di Indonesia dalam 2–3 tahun ke depan. Selain itu, Sojitz Corporation juga mengungkapkan ketertarikan untuk mengembangkan industri methanol dan amoniak di Teluk Bintuni, Papua Barat.

"Investasi tetap ada dan sesuai dengan komitmen setelah saya berkunjung ke Jepang masih ada PR yang perlu dievaluasi," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Mobil Listrik PPnBM GIIAS 2021
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top