Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketum Gaikindo: Indonesia Pabrik Otomotif Utama di Asean

Ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) kembali merangkak naik pada September 2021, baik secara bulanan maupun tahunan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 16 November 2021  |  11:07 WIB
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi (kedua kiri), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kedua kanan) membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banteng, Kamis (11/11/2021).  - Youtube GIIAS_ID
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi (kedua kiri), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kedua kanan) membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banteng, Kamis (11/11/2021). - Youtube GIIAS_ID

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan kinerja ekspor produk otomotif dalam negeri turut menyumbang tren surplus yang signifikan bagi neraca dagang Indonesia.

Kinerja positif ekspor itu, Nangoi mengatakan, menegaskan posisi Indonesia sebagai fasilitas produksi utama otomotif di Kawasan Asia Tenggara. 

“Lebih dari 1,3 juta mobil dari berbagai merek diproduksi dari perusahaan otomotif terampil dalam negeri, merek-merek itu telah berhasil mengangkat pasar otomotif Indonesia menjadi terbesar di Asean saat ini,” kata Nangoi saat membuka Gaikindo International automotive Conference di GIIAS 2021, ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (16/11/2021). 

Berbasis pada ukuran pasar domestik, Nangoi mengatakan, industri dalam negeri masih mampu memproduksi kendaraan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Malahan dia mengatakan, kinerja ekspor industri otomotif masuk ke dalam 10 besar komoditas penyumbang surplus neraca dagang di sektor nonmigas. 

“Industri otomotif dapat berkontribusi pada surplus neraca dagang, adapun ekspor produk otomotif masuk dalam 10 besar komoditas non migas,” kata dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) kembali merangkak naik pada September 2021, baik secara bulanan maupun tahunan. Berdasarkan data Gaikindo (14/10/2021), ekspor CBU bulanan per September 2021 mencapai 22.399 unit tumbuh 18,4 persen secara bulanan dan 6,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.  

Dengan demikian, total ekspor mobil nasional tahun ini telah mencapai 207.411 unit secara akumulasi atau naik 33,5 persen secara tahunan. Capaian ini sudah mendekati perkiraan Gaikindo yakni 250.000 unit sampai akhir tahun.

Bila dirinci, ekspor masih dipimpin oleh Daihatsu dan Toyota dengan kontribusi mencapai 63,2 persen, atau mencapai 131.094 unit.

Setelahnya diikuti oleh Mitsubishi dan Suzuki yang sepanjang tahun ini telah mampu membukukan ekspor masing-masing 37.222 unit dan 30.536 unit. Sementara itu, kinerja ekspor mobil Honda masih tampak tertekan seiring dengan kinerja penjualan di Tanah Air. Perseroan masih terus berupaya menyelesaikan kendala pasokan komponen. 

External Affairs General Manager PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Teguh Trihono sebelumnya menyampaikan kinerja ekspor akhir tahun ditunjang oleh permintaan pasar ekspor yang bergerak kembali membaik seiring menurunnya tekanan pandemi Covid-19. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor gaikindo Produksi Mobil GIIAS 2021
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top