Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isuzu Sudah Siap Terapkan Standar Euro 4 Sejak 10 Tahun Lalu

Pemerintah berencana menerapkan standar emisi Euro 4 pada mesin kendaraan diesel mulai 2022. Isuzu memastikan siap melaksanakan kebijakan itu pada seluruh kendaraan bermesin diesel.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 13 November 2021  |  08:01 WIB
Isuzu Sudah Siap Terapkan Standar Euro 4 Sejak 10 Tahun Lalu
Product Development Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia Tonton Eko (kanan) berbincang dengan Manager Product and Services Development Pertamina Remigius Choerniadi Tomo seusai Talk Show Euro 4 Ready di Booth Isuzu, dalam pameran GIIAS 2021 pada Jumat (12/11/2021). Pada April 2022 semua pabrik Isuzu memproduksi mesin standar penuh Euro 4, sehingga bahan bakar jauh lebih irit. Mulai April 2022 pun Pertamina via 2.019 SPBU se-Indonesia siap menjual BBM Pertamina Dex standar Euro 4. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Isuzu memastikan siap melaksanakan kebijakan pemerintah untuk menerapkan standar emisi Euro 4 pada seluruh kendaraan bermesin diesel. Bahkan sebenarnya, Isuzu sudah siap sejak 10 tahun lalu, tepatnya ketika truk Isuzu Giga pada 2011 menggunakan mesin commonrail.

Product Development Division Head PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI) Tonton Eko mengatakan hal itu dalam diskusi “Isuzu Euro 4 Ready: Kesiapan Bahan Bakar Dalam Implementasi Kebijakan Euro 4 Pada Mesin Diesel” di booth Isuzu di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Serpong, Tangerang, Banten, pada Jumat (12/11/2021).

Pemerintah berencana menerapkan standar emisi Euro 4 pada mesin kendaraan diesel mulai 2022. Peraturan itu tertuang dalam surat yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tanggal 20 Mei 2020.

Nantinya semua produsen otomotif yang merakit kendaraan niaga bermesin diesel harus memproduksi dengan standar emisi Euro 4 mulai 7 April 2022. Anjuran untuk beralih ke Euro 4 itu sebenarnya sudah tertuang di dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. 

Menurut Tonton, mesin commonrail yang dimiliki Isuzu sudah sesuai dengan standar Euro 4. Mesin commonrail juga sudah diterapkan pada Isuzu Elf NMR 81 tahun 2018. Selain itu, pada 2019, Isuzu Indonesia juga melakukan ekspor perdana Isuzu Traga ke Filipina yang sudah menggunakan mesin dengan standard Euro 4.

Dia menambahkan Isuzu tetap berkomitmen mempertahankan DNA Isuzu yang irit bahan bakar sehingga biaya operasional yang ditimbulkan karena bahan bakar mahal dapat ditekan. Apalagi Isuzu sudah melakukan tes performa yang menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar unit Euro 4 Isuzu lebih irit ketimbang unit Euro 2 Isuzu. Namun, dalam penggunaan aktual di konsumen, mungkin hasil bisa berbeda karena dipengaruhi cara berkendara, berat muatan, jenis jalan, dan medan.

“Pengalaman Isuzu 10 tahun dengan mesin commonrail membuktikan bahwa produk Isuzu diterima dengan baik oleh masyarakat dan mekanik Isuzu juga sudah lebih siap. Begitu juga dengan penyediaan suku cadang,” kata Tonton.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Isuzu sepanjang Januari hingga September 2021 meningkat 51,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2020. Sepanjang Januari hingga September 2021, Isuzu meraih total penjualan ritel 18.402 unit, sedangkan tahun sebelumnya 12.116 unit. Pangsa pasar Isuzu juga naik dari 3 persen menjadi 3,1 persen.

Sebelumnya, Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Jap Ernando Demily mengatakan Isuzu selalu siap bekerja sama dengan pemerintah dalam berpartisipasi dan mendukung implementasi regulasi, termasuk implementasi standar Euro 4. Dia memastikan mulai April 2022 seluruh pabrik Isuzu di Indonesia akan memproduksi mesin sesuai standar Euro 4.

Jap Ernando menjelaskan DNA mesin Isuzu yang irit bahan bakar memungkinkan pelanggan menghemat biaya operasionalnya. “Kami yakin Isuzu telah siap melayani customer dengan kendaraan Euro 4.”

Kesiapan Pertamina

Sementara itu, Manager Product and Service Development PT Pertamina Patra Niaga Remigius Choerniadi Tomo mengatakan Pertamina sudah siap memasok BBM sesuai dengan standar Euro 4 yakni kadar sulfur di bawah 50 ppm.

"Kami yakin Desember 2021 ini ketersediaan BBM-nya sudah ada dan mulai dipasarkan April 2022 ke seluruh SPBU Pertamina di kota-kota besar," ujarnya.

Dia menjelaskan dari sekitar 5.000 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia, sedikitnya 2.019 SPBU sudah siap menjual BBM jenis Pertamina Dex standar Euro 4 dan jumlah itu akan terus bertambah ke seluruh SPBU Pertamina di Indonesia.

Total pasokan yang siap disalurkan Pertamina, lanjutnya, sebanyak 350.000 kilo liter BBM standar Euro 4 untuk tahun depan. Saat ini, kapasitas produksi BBM standar Euro 4 Pertamina sekitar 500.000 kilo liter.

“SPBU kami sudah siap menyalurkan Pertamina Dex dengan standar Euro 4 di 33 provinsi yang menjangkau 95 persen kabupaten. Itu sudah cukup meng-cover penyediaan bahan bakar standar Euro 4 tahun depan,” papar Remigius.

Sebelumnya, Gaikindo dalam keterangan tertulisnya menyebutkan pemerintah mewacanakan standar emisi Euro 4 sejak 2012.

Pemerintah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca menjadi 26 persen pada 2020. Hal itu sesuai dengan komitmen pada pertemuan di Pittsburgh, AS, pada 2009. Selain itu, Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan dari negara lain yang sudah menerapkan standar Euro 4 bahkan sampai Euro 6.

Saat membuka GIIAS 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan industri otomotif perlu berperan dalam penanganan perubahan iklim. “Kita perlu memperbaiki emisi sektor otomotif,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat otomotif M. Wahab menilai penerapan standar Euro 4 akan sangat bagus untuk pengelolaan lingkungan karena bisa menekan polusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

isuzu Standard Euro 4 GIIAS 2021
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top