Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Persaingan Pabrikan Jepang dan Korea Selatan, Begini Kata Hyundai

Industri otomotif nasional cukup santer dikaitkan dengan persaingan antara pabrikan asal Jepang dan Korea Selatan.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  11:09 WIB
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021).  - Antara Foto/Aprillio Akbar.
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021). - Antara Foto/Aprillio Akbar.

Bisnis.com, JAKARTA – Industri otomotif nasional cukup santer dikaitkan dengan persaingan antara pabrikan asal Jepang dan Korea Selatan.

Pabrikan asal Negeri Sakura dikenal dengan inovasinya di mobil konvensional dan hybrid, sedangkan pabrikan dari Negeri Gingseng berhasil mendobrak pasar dengan inovasi mobil listriknya.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Makmur mengatakan bahwa dirinya tidak menampik adanya kompetisi di industri otomotif dalam negeri.

Dia pun menilai, kompetisi bukan sebagai hal yang meresahkan, tetapi sebagai tren positif yang bisa menguntungkan industri otomotif nasional dan konsumen.

“Bahkan, ini sangat menarik dan baik untuk konsumen. Dengan berbagai macam produk, maka masyarakat memiliki kesempatan untuk memilih lebih banyak,” katanya saat ditanyai Bisnis, Selasa (26/10/2021).

Menurutnya, setiap pabrikan mobil pasti memiliki keunggulan dalam inovasi di setiap produknya. Hal itu kemudian menjadi nilai lebih yang bisa menjadi pertimbangan bagi konsumen untuk membeli produknya.

Adapun, Hyundai memilih untuk menerapkan strategi yang berorientasi kepada pelanggan. Hal itu, kata dia, membuat perusahaan berupaya untuk memberikan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, seperti mobil listrik yang efisien, bertenaga, berteknologi tinggi, dan aman.

“Lagi pula kami sudah berhasil menurunkan harga mobil listrik yang dulunya miliaran rupiah menjadi Rp600 juta hingga Rp700 juta,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang otomotif korea selatan penjualan mobil
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top