Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Semikonduktor, Produktivitas Pabrik Honda Jepang Anjlok

Masalah krisis cip ini tak hanya melanda Honda saja, namun pesaing terberatnya, Toyota Motor co. juga mengalami hal serupa. Masih dari sumber yang sama, Toyota dikabarkan bakal menutup pabriknya pada Oktober 2021.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2021  |  09:57 WIB
Krisis Semikonduktor, Produktivitas Pabrik Honda Jepang Anjlok
Pekerja di pabrik Honda di Indiana, AS. - Honda
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Fasilitas produksi Honda di Jepang hanya beroperasi sekitar 40 persen dari rencana awal untuk periode Agustus sampai September 2021. Hal itu dikarenakan masalah krisis cip semikondutor dan keterlambatan pengiriman suku cadang akibat pandemi Covid-19.

Bahkan Honda telah memperkirakan dampak kelangkaan semikonduktor ini akan berlanjut sampai bulan depan. Menurut laporan Hindustan Times, produsen asal Jepang itu hanya bisa memproduksi mobil sekitar 70 persen di Oktober dari rencana awal.

Honda menjelaskan sedang berupaya meminimalkan pengaruh krisis cip dan pengiriman pasokan suku cadang. Dalam sebuah pernyataan resminya di situs Honda, mereka akan terus memeriksa dampak dari masalah ini.

Sekedar informasi tambahan, beberapa model mobil yang terpengaruh keterbatasan semikonduktor dan pasokan suku cadang adalah N-Box, Odyssey, dan Fit.

Masalah krisis cip ini tak hanya melanda Honda saja, namun pesaing terberatnya, Toyota Motor co. juga mengalami hal serupa. Masih dari sumber yang sama, Toyota dikabarkan bakal menutup pabriknya pada Oktober 2021.

Toyota dilaporkan bakal menangguhkan 27 dari 28 jalur di 14 pabriknya di Jepang selama 11 hari. Kondisi ini bisa dikatakan lebih buruk ketimbang masalah yang dihadapi Honda terkait krisis cip.

Sementara itu di Indonesia, dampak krisis semikonduktor pasokan mobil Honda ke dealer turun 18,7 persen pada Agustus 2021 secara bulanan. 

Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan, dan Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan hingga saat ini permintaan konsumen masih terbilang baik. Di tengah keterbatasan ketersediaan komponen, pabrik tengah berupaya mengoptimalkan produksi.

"Dan kami berusaha untuk memenuhi permintaan konsumen dalam waktu sesingkat-singkatnya," katanya.

Dia menuturkan teknologi yang digunakan seluruh mobil Honda yang dipasarkan saat ini sudah menggunakan komponen cip semi konduktor. "Kendati demikian, produk yang selama ini memiliki tingkat produksi yang tinggi seperti Honda Brio memang saat ini lebih terlihat dampaknya dibanding produk lainnya," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

honda semikonduktor Produksi Mobil

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top