Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hitachi Bangun Pabrik Komponen Kendaraan Listrik di 3 Negara Ini, Ada RI Gak Ya?

Dilansir oleh Nikkei Asia, pabrik kendaraan listrik tersebut akan berlokasi di negara bagian Kentucky AS, sementara pabrik inverter akan dibangun di Prefektur Miyagi Jepang dan di Provinsi Guangdong di China.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 24 Juli 2021  |  09:54 WIB
Lambang Hitachi -  Kiyoshi Ota/Bloomberg
Lambang Hitachi - Kiyoshi Ota/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Hitachi akan membangun pabrik komponen kendaraan listrik baru di Jepang, AS, dan China pada akhir tahun depan. Keputusan ini diambil dalam upaya untuk memperluas kapasitas produksi sekitar enam kali lipat dan memperkuat posisi perusahaan sebagai pemasok utama suku cadang utama.

Dilansir oleh Nikkei Asia, pabrik kendaraan listrik tersebut akan berlokasi di negara bagian Kentucky AS, sementara pabrik inverter akan dibangun di Prefektur Miyagi Jepang dan di Provinsi Guangdong di China.

Fasilitas tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan Hitachi dari masing-masing di bawah satu juta unit untuk motor dan inverter menjadi beberapa juta unit masing-masing. Kapasitas tambahan akan mencakup komponen untuk kendaraan hibrida.

Rencana muncul ke publik ketika perusahaan di seluruh industri otomotif mengumumkan investasi besar-besaran dalam baterai dan komponen EV lainnya. Hitachi juga meningkatkan investasinya untuk beradaptasi dengan pergeseran global ke arah kendaraan listrk (electric vehicle/EV).

Hitachi bergerak di bidang otomotif sebagian besar melalui anak perusahaan Hitachi Astemo. Grup teknologi Jepang memiliki pangsa pasar sekitar 10 persen dari produksi kendaraan listrik dunia dan ini merupakan yang terbanyak di dunia. Pangsa inverternya juga mencapai sekitar 10 persen dan menempatkan Hitachi di posisi ketiga secara global.

Perusahaan akan menginvestasikan 300 miliar yen atau US$2,7 miliar untuk suku cadang EV dalam jangka pendek, yang mencakup penelitian dan pengembangan serta belanja modal. Sebagian besar dana itu akan digunakan untuk membangun pabrik baru, dengan tujuan untuk memperluas pasokan ke produsen mobil AS dan China.

Dorongan Hitachi bertepatan dengan promosi "kendaraan energi baru" pemerintah China, sebuah kategori yang mencakup EV. Pasar EV diperkirakan akan berkembang menjadi sekitar 5 juta kendaraan energi baru pada tahun 2025, atau lebih dari tiga kali lipat dari sekitar 1,4 juta pada tahun 2020.

General Motors dan Ford Motor masing-masing akan menghabiskan US$35 miliar dan US$30 miliar untuk pengembangan kendaraan listrik. Bahkan, GM khususnya berjanji untuk menghentikan penjualan kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran internal pada tahun 2035.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hitachi Kendaraan Listrik
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top