Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Tunggu Motor Mogok, Ini Ciri V-Belt Matik Mau Putus

Vanbelt atau V-belt yang putus dapat membahayakan pengendara karena motor dapat berhenti secara mendadak, meski motor dalam kondisi hidup.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  23:49 WIB
Vanbelt.  - Honda
Vanbelt. - Honda

Bisnis.com, JAKARTA – Van belt atau v-belt merupakan salah satu bagian penting pada sepeda motor, yang berfungsi sebagai pengantar daya dari mesin ke sistem penggerak. Komponen ini juga diketahui memiliki masa kadaluwarsa.

Dilansir dari laman resmi Suzuki, V-belt yang putus dapat membahayakan pengendara karena motor dapat berhenti mendadak, meski motor dalam kondisi hidup. Untuk itu, sebaiknya pengendara mengenali ciri-ciri v-belt yang rusak dan mau putus.

Pertama, akan muncul bunyi pada bagian boks Continuously Variable Transmission [CVT] yang akan terdengar pada saat akselerasi awal. Selanjutnya, akan terdengar bunyi seperti decitan pada bagian CVT sesaat setelah motor akan dijalankan.

Kedua, tarikan pada motor akan terasa kaku dan kasar. Umumnya, tarikan motor yang masih normal akan terasa halus dan lancar. Adapun, pada v-belt yang akan putus, tarikan motor terasa keras seperti baru keluar dari rendaman air banjir.

Ketiga adalah saat motor berada di kecepatan tinggi, jalan akan terasa sulit dan tidak mulus. Muncul rasa seperti kampas kopling sudah mencapai titik penghabisan dan RPM akan mengalami kenaikan, tetapi kecepatan motor tidak mengalami penambahan.

Tanda lain yang sering dijadikan patokan untuk mengetahui kondisi v-belt adalah adanya getaran pada motor. Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena getaran bisa hilang setelah beberapa saat.

Penyebab V-Belt Mudah Putus

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan v-belt mudah putus, meski usia penggunaannya belum terlampau lama. Sebagian besar pengemudi menganggap jarak tempuh adalah penyebab utama, padahal faktanya tidak memengaruhi kondisi v-belt. 

Faktor utama penyebab v-belt mudah putus adalah beban kerja pada belt yang terlalu berlebihan. Semisal, saat mesin dalam keadaan yang tidak prima, tetapi motor digunakan pada jalanan yang esktrem maka v-belt akan mengalami penurunan fungsi secara otomatis.

“Berkaitan dengan itu, komponen lain yang juga sering diabaikan padahal memegang peranan yang amat penting adalah pelumas,” tulis keterangan resmi Suzuki.

Pelumasan pada transmisi gearbox atau CVT merupakan hal yang sangat penting. Terlebih pada motor matik yang memiliki transmisi berbeda dengan motor biasa. Jika proses pelumasan dilupakan, komponen akan seret sehingga v-belt motor menjadi lebih berat.

Jika v-belt menanggung beban yang berat, kondisinya  akan semakin memburuk dan mudah putus. Apabila motor terasa lebih berat serta sabuk CVT berkurang dan semakin melar, segera ganti v-belt motor Anda. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor tips otomotif
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top