Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Insentif PPnBM Bikin PMI Maret 2021 Sentuh Rekor Tertinggi

Peningkatan PMI manufaktur Maret 2021 menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sejak survei ini dimulai pada April 2011.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 05 April 2021  |  10:25 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.  - Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)  menunjukkan dampak positif terhadap penjualan kendaraan bermotor roda empat. 

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita hal itu berpengaruh terhadap Purchasing Managers’ Index (PMI) Maret 2021 yang menunjukkan level tertinggi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

“Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan memiliki multiplier effect bagi sektor industri lainnya dan mendukung upaya pemulihan ekonomi,” katanya belum lama ini. 

Hingga akhir Maret 2021, terjadi peningkatan penjualan cukup signifikan untuk mobil penumpang dengan kapasitas mesin sampai 1.500 cc, yaitu sekitar 140 persen bila dibandingkan penjualan bulan Februari 2021. 

Seperti diberitakan sebelumnya, PMI manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang berada di level 53,2. Angka tersebut meningkat sebesar 2,3 poin dari Februari 2021 yang sebesar 50,9.

Peningkatan PMI manufaktur Maret 2021 menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sejak survei ini dimulai pada April 2011.

Agus mengklaim di kawasan Asean, Indonesia terbukti memiliki performa paling baik selama 5 bulan terakhir. Diharapkan, hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2021.

Menurutnya, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus agar sektor manufaktur melaju ekspansif dan terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Sementara itu, para agen pemegang merek (APM) mengatakan insentif pajak barang mewah meningkatkan pesanan secara signifikan. Namun salah satu pekerjaan rumah adalah menggenjot utilisasi fasilitas produksi yang lebih kurang sepanjang satu tahun terakhir terpukul pandemi Covid-19. 

Oleh karena itu Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu mengatakan bahwa  kenaikan pemesanan periode Maret belum cukup kuat sebagai indikasi pasar otomotif Tanah Air rebound.

"PPnBM nol persen hasilnya sangat positif, tapi kita tahu regulasi ini memiliki time periode, jadi sebenarnya kita juga sedang mempelajari sampai akhir tahun akan seperti apa," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur otomotif mobil PPnBM
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top