Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEO BMW Sebut Dominasi Tesla Segera Berakhir, Kenapa?

Laju penjualan mobil Tesla di pasar mobil listrik tidak akan mudah karena para produsen mobil kawakan siap memperkenalkan model bertenaga listrik barunya ke pasaran.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  16:16 WIB
Oliver Zipse, Chairman of the Board of Management of BMW AG.  - BMW
Oliver Zipse, Chairman of the Board of Management of BMW AG. - BMW

Bisnis.com, JAKARTA – Chief Executive Officer BMW AG Oliver Zipse menyatakan dominasi penjualan mobil listrik Tesla selama beberapa tahun terakhir segera berakhir.

Menurut Zipse, laju penjualan mobil Tesla di pasar mobil listrik tidak akan mudah karena para produsen mobil kawakan siap memperkenalkan model bertenaga listrik barunya ke pasaran.

“Tidak akan mudah bagi Tesla untuk melanjutkan dengan kecepatan itu karena industri lainnya bergerak maju dalam waktu yang besar,” kata Zipse dalam konferensi teknologi DLD All Stars, dikutip dari Bloomberg, Selasa (23/2/2021).

Zipse menuturkan pertumbuhan pengiriman kendaraan Tesla di Eropa telah melambat pada tahun ini. Ini sejalan dengan ekspansi pasar mobil listrik yang dilakukan seluruh pemain industri otomotif secara keseluruhan.

Para eksekutif otomotif biasanya jarang menggali pesaing dalam tiap pernyataannya. Namun, ucapan dari Zipse mencerminkan kepercayaan diri baru di antara pabrikan kawakan, yang sejauh ini sudah menggelontorkan miliaran dolar untuk berekspansi ke mobil listrik.

BMW telah menambahkan versi bertenaga baterai dari SUV X1 serta Seri 5 dan Seri 7. Adapun, mobil listrik andalan BMW, yakni i3 telah melampaui angka produksi 200.000 unit pada 2020.

Model produksi ke-200.000 unit keluar dari fasilitas produksi di pabrik BMW Group di Leipzig. BMW i3 adalah model seri skala besar bertenaga listrik pertama milik BMW Group dengan sel penumpang yang terbuat dari carbon fiber reinforced plastic (CFRP).

Modul Life yang terbuat dari CFRP adalah bagian dari arsitektur kendaraan khusus untuk BMW i dan dirancang untuk mobilitas listrik sejak awal. Mobil ini dibentuk di Leipzig dari serat karbon samaran dan dirakit dalam proses unik yang dikembangkan BMW Group.

Keberhasilan BMW i3 dan pengalaman dalam pengembangannya telah meningkatkan kemajuan secara signifikan di bidang mobilitas listrik dan konstruksi ringan.

Sementara itu, pabrikan mobil lain dari Jerman, Volkswagen AG, berencana menggandakan pangsa penjualannya mobil listriknya pada 2021. Tak tanggung-tanggung, VW bahkan memasang target pengiriman sebanyak 750.000 unit mobil listriknya tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMW Tesla Motors
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top