Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Borong Hyundai Ioniq Electric, Distribusi Bertahap

Kementerian Perhubugan (Kemenhub) memborong 100 unit Hyundai Ioniq Electric untuk dijadikan kendaraan dinas para petingginya. Hyundai Motor Indonesia (HMID) akan didistribusikan secara bertahap.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  22:29 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengendarai mobil listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020).  - ANTARA FOTO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengendarai mobil listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020). - ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubugan (Kemenhub) memborong 100 unit Hyundai Ioniq Electric untuk dijadikan kendaraan dinas para petingginya. Hyundai Motor Indonesia (HMID) akan didistribusikan secara bertahap.

Managing Director PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) Makmur mengungkapkan bahwa unit pesanan tersebut belum terdistribusi semua menyesuaikan dengan rencana order yang akan diatur secara bulanan.

"Kalau dari Kemenhub itu 100 ya, kami masih tunggu kan itu juga nanti melalui dealer, kami masih menunggu progress dari dealernya semua," ungkap Makmur seperti dikutip Antara, Jumat (29/1/2021).

Makmur menjelaskan nantinya tidak hanya Kemenhub yang akan menggunakan kendaraan ramah lingkungan tersebut. Dia menyebutkan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga sudah berencana untuk menggunakan Hyundai Ioniq Electric.

"Kalau kemarin yang sudah kami dapat itu kan dari Kemenhub, dari Pemporv Jabar, lalu PLN. Malah PLN komisarisnya kan juga sudah coba dari Jakarta-Bali. Lalu ada juga beberapa institusi lainnya yang belum bisa saya sebutkan dulu di sini," kata dia.

Ioniq Electric sudah dilengkapi dengan fitur ventilated seat (hangat / sejuk), drive mode select (Eco, Eco+, Comfort, Sport), rear view monitor with dynamic parking guides, parking distance warning, blind spot collision warning, rear cross traffic collision warning, 7 airbag system, dan tire pressure monitoring system.

Powertrain dari Ioniq Electric menggunakan motor listrik bermagnet permanen dan berefisiensi tinggi sebesar 100 kW (136 PS) yang dipasok oleh baterai lithium ion 38,3 kWh. Motor mengembangkan torsi 295 Nm yang didistribusikan ke roda depan, dan berakselerasi 0-100 m dalam 9,9 detik.

Jarak tempuh Ioniq Electric mencapai 373 km (berdasarkan NEDC) dan 311 km (berdasarkan WLTP) dalam sekali pengisian daya, sehingga dapat memenuhi berbagai kebutuhan pemilik.

Pengisian daya penuh dapat dicapai dalam 54 menit untuk pengisian nol hingga 80 persen dengan menggunakan stasiun pengisian kendaraan listrik berkapasitas 100 kW.

Hyundai Ioniq Electric hadir dalam dua tipe, Prime dengan harga Rp624,8 juta dan Signature Rp664,8 juta (OTR Jakarta), dengan empat pilihan warna eksterior; Polar White, Fluidic Metal, Phantom Black, Fiery Red.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Hyundai Ioniq
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top