Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kilang Cilacap Mulai Transfer, Stok Pertalite Jawa Bagian Tengah Makin Aman

Stok dan penyaluran Pertalite di wilayah Jawa Bagian Tengah semakin aman, menyusul dimulainya transfer bahan bakar tersebut dari tangki Refinery Unit (RU) IV Cilacap melalui pipa menuju Fuel Terminal Lomanis.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  19:31 WIB
Pertalite. Jawa Tengah dan DIY merupakan provinsi yang konsumsi bahan bakar khususnya Pertalite dan Pertamax lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi lain.  - Antara
Pertalite. Jawa Tengah dan DIY merupakan provinsi yang konsumsi bahan bakar khususnya Pertalite dan Pertamax lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi lain. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Stok dan penyaluran Pertalite di wilayah Jawa Bagian Tengah semakin aman, menyusul dimulainya transfer bahan bakar khusus tersebut dari tangki Refinery Unit (RU) IV Cilacap melalui pipa menuju Fuel Terminal Lomanis.

Pertamina melalui Refinery Unit (RU) IV Cilacap sukses melakukan transfer perdana produk Pertalite, Kamis (7/1/2021), dari tanki RU IV melalui pipa menuju Fuel Terminal Lomanis.

General Manager Pertamina Refinery Unit IV Joko Pranoto mengatakan Pertamina berkomitmen untuk terus menyediakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan bagi masyarakat. Pertalite yang diproduksi RU IV Cilacap merupakan bahan bakar khusus (BBK) dengan Research Octane Number (RON) minimal 90 dan kandungan sulfur maksimal 500 ppm.

“Bahan bakar Pertalite memiliki kualitas yang lebih ramah lingkungan dengan RON sebesar minimal 90 dibandingkan dengan produk Premium yang memiliki RON minimal 88,” katanya seperti dikutip dari siaran pers Pertamina, Sabtu (9/1/2021).

Produk Pertalite yang diolah di RU IV ini menjadi bukti komitmen Pertamina untuk mematuhi SK Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM/2017 tanggal 23 November 2017 tentang Standar & Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

“Ini semakin menegaskan komitmen Pertamina RU IV untuk menyediakan produk-produk yang ramah lingkungan bagi masyarakat, sehingga seluruh produk BBK yaitu Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertalite bisa diproduksi di Kilang Cilacap,” tegas Joko.

Ditambahkan Joko, produk Pertalite diproduksi di kilang Fuel Oil Complex (FOC) I, FOC II, residual fluid catalytic cracking (RFCC), light naphtha hydrotreating, dan isomerization (LNHT/ISOM), yang menghasilkan produk high octane mogas component (HOMC).

Selanjutnya dilakukan blending dengan low octane mogas component (LOMC) berspesifikasi RON min 90 dan Reid Vapor Pressure sebesar maksimal 69 Kilopascal (Kpa). “Kapasitas produksi Pertalite di RU IV per bulannya sebesar 2,1 juta barrel atau setara 334 juta liter,” imbuhnya.

Kehadiran produk Pertalite dari Kilang Cilacap menjadi komitmen Pertamina untuk memberikan BBM berkualitas serta mengajak masyarakat untuk turut peduli lingkungan dengan penggunaan BBM ramah lingkungan. Keunggulan Pertalite di antaranya memiliki kemampuan pembakaran yang lebih baik. "Selain masyarakat bisa lebih efisien, performa kendaraannya pun menjadi lebih baik dan bertenaga,” katanya.

Sylvia Grace Yuvenna, Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, mengatakan optimalisasi produksi Pertalite di RU IV Cilacap ini membuat stok dan penyaluran produk tersebut di wilayah Jawa Bagian Tengah semakin aman.

“Saat ini sesuai data yang kami miliki, konsumsi produk BBM gasoline jenis Pertalite mendominasi penyaluran di seluruh SPBU Jawa Bagian Tengah dengan persentase rata-rata per hari sebesar 75 persen atau sekitar 9.000 kiloliter per hari," ungkapnya.

Ditambahkan, berbagai program dilakukan oleh Subholding Commercial & Trading dalam penggunaan produk ramah lingkungan, antara lain pelaksanaan Program Langit Biru di beberapa kota & kabupaten di Regional Jawa Bagian Tengah mulai November 2020.

“Jawa Tengah dan DIY merupakan provinsi yang konsumsi bahan bakar khususnya Pertalite dan Pertamax lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi lain. Kami sangat menyambut baik transfer perdana Pertalite ini karena membantu memperkuat ketahanan stok kami,” imbuh Sylvia.

Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono mengapresiasi kerja keras seluruh perwira Pertamina di RU IV, hingga terwujudnya transfer perdana Pertalite ini.

"Seluruh pekerja RU IV Cilacap dengan bangga mempersembahkan produk Pertalite ini untuk masyarakat Indonesia, dan pencapaian ini menjadi catatan prestasi penting di awal 2021,” ujarnya yang juga turut hadir secara virtual bersama Yoki Firnandi, Direktur Feedstock & Product Optimization PT KPI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kilang pertamina BBM Pertalite Kilang Cilacap
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top