Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelabuhan Patimban Bisa Dongkrak Produktivitas Industri Otomotif

Dibukuanya Pelabuhan Patimban untuk melayani kegiatan ekspor dan impor pada Desember 2020 dinilai dapat meningkatkan produktivitas industri otomotif.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 21 November 2020  |  16:54 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Dibukuanya Pelabuhan Patimban untuk melayani kegiatan ekspor dan impor pada Desember 2020 dinilai dapat meningkatkan produktivitas industri otomotif.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier menyebutkan, jasa pelayanan yang berada dalam ekosistem pelabuhan jadi faktor produktivitas otomotif.

Dia meyakini optimalisasi Pelabuhan Patimban dapat meningkatkan produktivitas industri otomotif nasional. Kelancaran arus perputaran dalam ekosistem pelabuhan akan menjadi bagian penting untuk memenuhi segala kebutuhan serta percepatan kegiatan di pabrik.

“Demand di sektor otomotif berkaitan dengan kelancaran, kecepatan, hingga keamanan dari barang yang akan diekspor dan impor bahan baku. Sehingga, pengelolaan pelabuhan jadi nilai utama penunjang produktivitas,” ujar Taufiek dalam siaran pers, Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya, penguatan kegiatan Pelabuhan Patimban dapat dilakukan lewat kecerdasan artifisial di setiap tahap aktivitas, mulai dari pengangkutan produk, pengiriman, custom clearance, hingga pre-inspection. Ini juga mampu meminimalkan waktu tunda di pelabuhan.

Selain itu, pengelola pelabuhan Patimban dapat menyiapkan tenaga terampil untuk mengurusi beragam kebutuhan dan pelayanan khusus bagi mobil yang akan dikirim ke negara lain.

“Artinya, pelabuhan menangkap semua kebutuhan yang ada di sektor otomotif secara optimal,” tutur Taufiek.

Di sisi lain, pengesahan Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan kehadiran Pelabuhan Patimban nantinya diyakini mampu mengerek investasi ke Indonesia. Salah satu hal yang dapat dimanfaatkan adalah adanya kelancaran arus barang dari mancanegara.

“Ini akan selaras dan memaksimalkan fungsi ekonomi yang ada. Sekali lagi, pengelola pelabuhan perlu betul-betul mengerti permintaan di sektor industri secara garis besar,” ucapnya.

Taufiek menyebutkan ada enam perusahaan yang menyatakan akan menggunakan Pelabuhan Patimban untuk kegiatan bisnisnya.

Sedikitnya, ada sekitar 600.000 unit mobil yang bakal diekspor melalui Pelabuhan Patimban hingga tahun 2025 mendatang. Proyeksi total nilai ekspornya sebesar Rp110 triliun yang bisa dikapalkan melalui Pelabuhan Patimban.

Oleh karena itu, Taufiek menilai Pelabuhan Patimban harus mendukung sektor otomotif dengan mengedepankan konsep kecerdasan buatan, sehingga perlu persiapan matang sebelum pelabuhan ini benar-benar beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan patimban Ekspor Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top