Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BMW Ingin Perkuat Aliansi dengan Toyota, Ini Targetnya

Kepala Eksekutif BMW Oliver Zipse pada Kamis (12/11/2020) mengatakan pihaknya akan berusaha untuk memperkuat ikatan dengan Toyota.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 13 November 2020  |  09:55 WIB
New BMW Z4 Roadster (09/2018). Konsumsi bahan bakar gabungan: 7.4 - 7.1 l per 100 km; CO2 emissions combined: 168 - 162 g per km.  - BMW
New BMW Z4 Roadster (09/2018). Konsumsi bahan bakar gabungan: 7.4 - 7.1 l per 100 km; CO2 emissions combined: 168 - 162 g per km. - BMW

Bisnis.com, JAKARTA - BMW AG berusaha untuk memperkuat aliansi dengan Toyota Motor untuk meningkatkan daya saing di pasar, menyusul komitmen ikatan yang telah dibangun sejak 2011 oleh pabrikan Jerman dan produsen Jepan.

Kepala Eksekutif BMW Oliver Zipse pada Kamis (12/11/2020) mengatakan pihaknya akan berusaha untuk memperkuat ikatan dengan Toyota.

Dikutip dari Reuters, Jumat (13/11/2020), Zipse juga menginginkan aliansi antara pembuat mobil Jerman dan Jepang, yang berpusat pada sel bahan bakar dan mobil convertible, bisa berjalan baik hingga 2025 atau lebih.

"Dalam dekade mendatang, kami akan melakukannya dengan baik untuk memperkuat obligasi," kata Zipse pada Automobilwoche Kongress.

"Aliansi yang saat ini mencakup kesepakatan kerja sama pada mobil sel bahan bakar dan pengembangan bersama mobil sport, harus berlanjut setelah 2025," kata Zipse menambahkan.

Menurut dia, mobil sel bahan bakar, yang ditenagai oleh hidrogen, dapat memperoleh manfaat dari dorongan bersama oleh para pembuat kebijakan, untuk melakukan industrialisasi produksi hidrogen.

Secara terpisah, Zipse juga mengatakan bahwa BMW sedang mencari cara untuk menghemat biaya dengan mengurangi portofolio modelnya.

“Coupés, convertible dan roadsters, kami akan melihat apa yang tersisa,” kata Zipse, mengomentari salah satu area di mana BMW meninjau penawaran produknya.

Aliansi BMW dan Toyota pertama kali diumumkan pada 2011. BMW mengatakan bahwa mereka akan memasok Toyota dengan mesin diesel dan bersama-sama mengembangkan baterai mobil sebagai bagian dari aliansi teknologi yang komprehensif.

Kesepakatan itu, yang diumumkan menjelang Tokyo Motor Show 2011, menyoroti pentingnya teknologi ramah lingkungan dalam industri otomotif, serta biaya menggelembung untuk mengembangkan berbagai powertrains ketika preferensi pelanggan tetap bervariasi.

Sejauh ini, salah satu wujud kerja sama kedua pabrikan itu dibuktikan dengan hadirnya 'mobil kembar' BMW Z4 dan Toyota Supra. Kedua pabrikan tersebut berbagi platform untuk menghadirkan mobil sport masing-masing.

Sportcar kembar itu dibangun dengan konsep Toyota FT1. Hasilnya, BMW Z4 maupun Toyota Supra menggunakan mesin yang sama. Di samping itu, intertior kedua mobil ini juga memiliki banyak kesamaan.

Produk ini juga dipasarkan di Indonesia, yakni Toyota GR Supra, dan BMW Z4. Kedua agen pemegang merek mobil ini pun sama-sama puas meraup penjualan di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Toyota Supra BMW Z4 Aliansi BMW-Toyota
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top