Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEO VW Melihat Biden Lebih Sinkron dengan Strategi Mobil Listrik

Bos Volkswagen AG dengan hati-hati membahas masalah penuh politik kepresidenan AS, mengatakan bahwa pembuat mobil itu mungkin lebih cocok dengan pemerintahan Joe Biden sambil membicarakan urusan perusahaan dengan Donald Trump.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 08 November 2020  |  11:56 WIB
Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden. VW berencana membangun jajaran kendaraan listrik terbesar di dunia, termasuk memproduksi baterai dan crossover ID.4 di kompleks produksinya yang berkembang di Tennessee.  - Bloomberg
Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden. VW berencana membangun jajaran kendaraan listrik terbesar di dunia, termasuk memproduksi baterai dan crossover ID.4 di kompleks produksinya yang berkembang di Tennessee. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pabrikan kendaraan listrik barangkali merasa lega dengan kemenangan Joe Biden dalam kontenstasi Pilpres AS 2020. Setidaknya bagi Volkswagen yang menilai kandidat dari Partai Demokrat itu lebih prospektif bagi kendaraan terelektrifikasi.

Bos Volkswagen AG dengan hati-hati membahas masalah penuh politik kepresidenan AS, mengatakan bahwa pembuat mobil itu mungkin lebih cocok dengan pemerintahan Joe Biden sambil membicarakan urusan perusahaan dengan Donald Trump.

“Program Demokrat mungkin akan lebih selaras dengan strategi kami di seluruh dunia, yang benar-benar memerangi perubahan iklim, menjadi listrik,” kata Herbert Diess, Kepala Eksekutif Produsen Mobil Terbesar Dunia, dalam acara virtual Bloomberg News.

Konon, VW membangun "hubungan yang benar-benar amanah dengan pemerintahan dan pemerintahan Trump," kata Diess, Kamis (5/11/2020). “Kami juga berkontribusi banyak untuk membangun Amerika.”

Diess, 62 tahun, mempertimbangkan Biden di ambang mendapatkan cukup suara untuk mengambil alih Gedung Putih dari Trump, yang sangat kritis terhadap kontribusi industri mobil terhadap ketidakseimbangan perdagangan Amerika dengan Jerman.

Rencana VW untuk membangun jajaran kendaraan listrik terbesar di dunia termasuk memproduksi baterai dan crossover ID.4 di kompleks produksinya yang berkembang di Tennessee.

"Program Demokrat akan lebih selaras dengan strategi kami di seluruh dunia untuk memerangi perubahan iklim agar menjadi listrik," katanya seperti dikutip greencarreports.com.

Sementara itu, Kepresidenan Trump dinilai kerap menjadi ujian bagi mobil listrik. Trump pada 2019 mengusulkan menghilangkan kredit pajak kendaraan listrik senilai US$7.500. Namun hal itu tidak terjadi lantaran pada Desember lalu kredit itu justru hampir diperluas dan diperpanjang, dengan dukungan bipartisan, sebagai bagian dari tagihan pengeluaran federal, Gedung Putih dilaporkan menginginkan pemotongan itu.

Trump tahun lalu di Michigan mengolok-olok driving range mobil listrik, dan kurang dari dua tahun lalu mengatakan bahwa "semua-listrik tidak akan berhasil," dengan tajam mengkritik rencana GM untuk fokus ke masa depan yang serba listrik sebagai "kesalahan."

Di sisi lain, seperti dikutip cleantechnica.com, Joseph Biden ingin meningkatkan kredit pajak EV. Ia sebelumnya berjanji akan melakukan beberapa hal untuk industri kendaraan listrik apabila terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.

Selain mendorong stasiun pengisian listrik di seluruh negeri, tetapi dia juga memiliki beberapa proposal pajak terkait dengan kendaraan listrik.

Pertama, menghapus pabrikan pada kredit pajak EV US$7500. Saat ini hanya Tesla dan GM yang mencapai batas tersebut, artinya pembeli mobil listrik Tesla dan GM tidak lagi mendapatkan kredit pajak.

Kedua, memulihkan kredit pajak secara permanen untuk kendaraan listrik buatan AS.

Ketiga, mempersempit untuk pembeli "berpenghasilan menengah" atau lebih rendah, yang berarti orang-orang dengan pendapatan tahunan kurang dari US$250.000.

Keempat, subsidi bahan bakar fosil dipotong. Biden tampaknya menjadikan tindakan iklim sebagai salah satu dari dua bidang fokus utamanya.

Saat berbicara tentang kebijakan lingkungan, mantan wakil presiden itu mengatakan upaya kendaraan listrik akan menghemat "miliaran galon minyak" dan membantu menciptakan 1 juta pekerjaan di industri otomotif.

"Pada akhirnya, ini adalah keputusan yang harus diambil Amerika," kata Diess. “Kami hanya bisa menonton dan kami harus beradaptasi.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Pilpres AS 2020
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top