Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Generasi Milenial Pikir-Pikir Beli Mobil, Ini Pertimbangannya

Keberadaan populasi generasi milenial produktif yang besar merupakan peluang pasar bagi produk kendaraan bermotor. Namun, segmen ini dinilai justru pikir-pikir beli mobil. Apa pertimbangannya?
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 06 November 2020  |  08:35 WIB
Pembeli all-new Honda Brio. Model mobil mungil ini mengincar segmen generasi milenial.  - HPM
Pembeli all-new Honda Brio. Model mobil mungil ini mengincar segmen generasi milenial. - HPM

Bisnis.com, JAKARTA - Keberadaan populasi generasi milenial produktif yang besar merupakan peluang pasar bagi produk kendaraan bermotor. Namun, segmen ini dinilai justru pikir-pikir beli mobil. Apa pertimbangannya?

Ekonom dan Peneliti Institute of Economic and Development (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan beberapa hal yang menjadi faktor mengapa generasi muda yang mencakup milenial dan generasi Z enggan membeli kendaraan pribadi.

Bhima menyebutkan, generasi yang sudah sangat akrab dengan teknologi itu mampu memanfaatkan gawai dan teknologi di dalamnya untuk beraktivitas, termasuk dalam lingkup transportasi yang sudah didukung dengan adanya layanan transportasi daring.

"Generasi milenial cenderung beralih dari memiliki mobil pribadi ke pemanfaatan transportasi online, seperti Gojek dan Grab," kata Bhima seperti dikutip Antara, Rabu (4/11/2020).

"Menurut mereka, [transportasi online] ini lebih masuk akal dibandingkan dengan harus membeli mobil, dengan adanya biaya-biaya tambahan, seperti harus membayar parkir, hingga melakukan perawatan dan membeli spareparts kendaraan [ketika diperlukan]," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa generasi milenial yang didominasi dengan pekerja muda juga lebih memilih untuk tinggal di kontrakan atau kos yang dekat dengan kantor untuk menghemat pengeluaran transportasi.

Mengutip data dari Gaikindo, Bhima mengatakan bahwa penjualan mobil kian melambat saat pandemi. Hingga September 2020, tercatat hanya 372.046 unit kendaraan pribadi dan niaga yang terjual. Angka ini jauh dari tahun sebelumnya yang membukukan sebanyak 755.094 unit terjual.

Penjualan kendaraan pribadi (personal vehichle/PV) pada periode Januari-September 2020 adalah sebanyak 278.240 unit saja, turun 51 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan angka 579.031 unit.

Sementara, penjualan kendaraan niaga (commercial vehicle/CV) mengalami penurunan sebanyak 46 persen dari periode Januari-September 2020 dengan angka 93.806 unit. Di periode yang sama pada 2019, penjualan segmen kendaraan ini mencapai 176.063 unit.

Selain perubahan tren dari generasi muda yang mencapai sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia, Bhima mengatakan bahwa ada faktor umum yang mempengaruhi anjloknya penjualan mobil di tahun ini.

"Penjualan kendaraan pribadi masih terkontraksi seiring mobilitas kelas menengah dan atas yang rendah selama pandemi," ujar dia.

Ditambah dengan masih belum jelasnya kapan pandemi berakhir, Bhima berharap sektor otomotif, layaknya dengan sektor industri lain bisa beradaptasi agar mampu bertahan dan pulih dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

generasi milenial Penjualan Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top