Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Target Penjualan Mobil Sampai Akhir 2020 Masih Kabur, yang Pasti Turun

Gaikindo sebelumnya memprediksi pasar otomotif Indonesia akan terkoreksi lebih dari 40 persen dibandingkan dengan tahun lalu atau hanya menyentuh angka penjualan sebanyak 600.000 unit.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  15:06 WIB
Showroom BMW. Keterbukaan informasi dan kemudahan untuk berkomunikasi adalah kunci di samping infrastruktur teknologi yang canggih.  - BMW
Showroom BMW. Keterbukaan informasi dan kemudahan untuk berkomunikasi adalah kunci di samping infrastruktur teknologi yang canggih. - BMW

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 membuat pelaku industri otomotif pesimistis target penjualan yang ditetapkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia hingga akhir tahun ini akan terpenuhi.

Gaikindo sebelumnya memprediksi bahwa pasar otomotif Indonesia akan terkoreksi lebih dari 40 persen dibandingkan dengan tahun lalu atau hanya menyentuh angka penjualan sebanyak 600.000 unit.

Namun, jika melihat realisasi penjualan hingga September 2020, target tersebut terasa sulit tercapai. Penjualan ritel kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia diketahui baru menyentuh angka 407.396 unit pada September.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa di tengah kondisi saat ini, banyak aspek yang pergerakannya sulit untuk diprediksi secara langsung.

"Seperti kasus positif Covid-19, pertumbuhan ekonomi, hingga skema kredit. Jadi, rasanya akan sulit untuk mencapai target tahunan," tutur Anton dalam diskusi virtual baru-baru ini.

Menurutnya, target yang ditetapkan Gaikindo tersebut berlandaskan asumsi bahwa Covid-19 pada semester dua sudah dapat dikendalikan. Akan tetapi, kondisi pandemi hingga Oktober masih terus bertambah dan ekonomi belum sepenuhnya pulih.

"Maka, sulit rasanya mencapai angka 600.000 unit. Namun, harapan kami market share bisa tetap dipertahankan sebesar 31 persen," lanjutnya.

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Honda Prospect Motor (HPM). Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM, mengatakan bahwa Honda tidak dapat menargetkan penjualan hingga akhir 2020 karena pasar belum stabil.

"Kalau kami lihat market ke depan masih belum stabil. Jadi, kami terus monitoring pergerakan pasar sehingga program penjualan cocok," ujar Billy.

Oleh karena itu, kata Billy, target utama Honda adalah mempertahankan pangsa pasar di angka 14,4 persen. Untuk mencapai itu, HPM akan terus menelurkan program penjualan yang sesuai dengan minat konsumen dan menggenjot pemasaran digital. 

Data Gaikindo menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga September, pangsa pasar ritel HPM berada di angka 13,6 persen, sedangkan Toyota 31,4 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan mobil
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top