Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Baterai Terbakar, Hyundai Berencana Tarik Kona Electric Secara Global

Sedikitnya ada 16 kasus kebakaran Kona Electric yang telah dilaporkan secara global, termasuk di Kanada dan Australia pada 2019. Salah satu insiden terjadi di Daegu, Korea Selatan, saat Kona yang diparkir di basement terbakar.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  06:31 WIB
Hyundai Kona.  - Hyundai
Hyundai Kona. - Hyundai

Bisnis.com, JAKARTA - Hyundai Motor Co sedang meninjau kembali perluasan penarikan mobil listrik mereka, yaitu Kona Electric yang dilaporkan mengalami kebakaran baterai.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (12/10/2020), Hyundai menyatakan sedang memasuki tahap akhir dalam pengajuan penarikan kembali atau recall dengan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat.

Produsen otomotif asal Korea Selatan itu juga tengah mempertimbangkan untuk memperluas penarikan Hyundai Kona di seluruh dunia.

Yonhap News sebelumnya melaporkan bahwa Hyundai akan menarik 77.000 Kona Electric di seluruh dunia. Kendaraan yang terkena dampak diproduksi pada September 2017 dan Maret 2020.

Sedikitnya ada 16 kasus kebakaran Kona Electric yang telah dilaporkan secara global, termasuk di Kanada dan Australia pada 2019. Salah satu insiden terjadi di Daegu, Korea Selatan, saat Kona yang diparkir di basement terbakar.

Kona Electric di Korea Selatan rencananya akan ditarik kembali pada Jumat mendatang, dengan jumlah mencapai 25.564 unit.

Pihak berwenang Korea Selatan mengatakan kerusakan pada pemisah baterai menimbulkan risiko kebakaran, meskipun pemasok baterai LG Chem Ltd. membantah ada kerusakan.

LG mengatakan sedang menyelidiki penyebab kebakaran bersama dengan Hyundai. Oleh sebab itu, saham Hyundai turun sebanyak 2,5 persen pada Senin (12/10/2020), sedangkan LG Chem turun sebanyak 3,2 persen.

Di sisi lain, Tesla menjelaskan bahwa kesalahan baterai yang terisolasi menyebabkan Model S terbakar di tempat parkir Shanghai tahun lalu. Model yang sama juga dilaporkan terbakar di Hong Kong.

Pada Februari, Porsche menyatakan bahwa salah satu mobil listrik terbarunya, Taycan terbakar di garasi pelanggannya di AS, sementara Audi tahun lalu menarik kembali mobil listriknya dengan alasan risiko kebakaran baterai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hyundai Baterai Mobil Listrik
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top