Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Covid-19 Adang Peluncuran Model Baru Bugatti

Merek mobil mewah Bugatti, yang berada di bawah naungan Volkswagen AG, dikabarkan menunda rencana peluncuran supercar terbarunya akibat dampak pandemi Covid-19.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  22:15 WIB
Dampak Covid-19 Adang Peluncuran Model Baru Bugatti
Bugatti Chiron Pur Sport di Jenewa. Perusahaan mobil super Bugatti menunda diskusi yang membahas tentang produksi model kedua mereka karena alasan penghematan anggaran setidaknya untuk sisa tahun ini. - Bugatti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Merek mobil mewah Bugatti, yang berada di bawah naungan Volkswagen AG, dikabarkan menunda rencana peluncuran supercar terbarunya akibat dampak pandemi Covid-19 dan penantian dunia atas vaksin corona.

Presiden Bugatti Stephan Winkelmann mengatakan ditundanya peluncuran itu disebabkan oleh virus corona yang telah merusak ekosistem industri mobil global.

"Kami telah berbicara tentang jajaran model kedua, tetapi sekarang ini ditunda karena krisis virus corona," ujar Winkelmann dalam wawancara di Bloomberg TV, beberapa waktu lalu.

Meski konsumen supercar tidak terlalu terdampak oleh tekanan ekonomi yang ditimbulkan Covid-19, tetapi Bugatti mesti menghadapi peningkatan pengawasan produksi karena ketatnya peraturan emisi di pasar Eropa.

Pada saat yang sama, penurunan pasar yang disebabkan pandemi juga telah mempersulit perusahaan untuk mengeluarkan biaya pengembangan.

Selain itu, masa depan Bugatti juga ditutupi oleh kemungkinan perubahan kepemilikan. Volkswagen saat ini mempertimbangkan untuk menjual Bugatti ke Rimac Automobili, produsen mobil Kroasia. Winkelmann menolak untuk mengomentari laporan tersebut.

Volkswagen sebagai produsen mobil terlaris di dunia akan meninjau rencana pengeluaran pada akhir November. Pengetatan anggaran bakal meningkat setelah Covid-19 menghancurkan industri dan menghambat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Di bawah anggaran lima tahun saat ini, Volkswagen telah mengalokasikan 33 miliar euro hingga 2024 untuk kendaraan listrik guna membangun armada mobil bertenaga baterai murni terbesar di industri otomotif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bugatti Bugatti Chiron
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top