Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rolls-Royce Nikmati Pemulihan di Pasar Asia

Rolls Royce mulai menikmati pemulihan penjualan mobil mewahnya berkat geliat permintaan di pasar Asia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 September 2020  |  12:30 WIB
Rolls-Royce Nikmati Pemulihan di Pasar Asia
Muller-Otvos mengatakan perusahaannya tidak memiliki rencana untuk memindahkan produksinya dari Inggris karena Brexit. - Rolls Royce

Bisnis.com, JAKARTA - Rolls Royce mulai menikmati pemulihan penjualan mobil mewahnya berkat geliat permintaan di pasar Asia.

Kepala eksekutif Rolls-Royce Torsten Muller-Otvos mengatakan permintaan untuk mobil mewah atau premium perusahaannya mulai kembali pulih. Hal ini dibantu oleh penjualan di Asia.

Dilansir Reuters, Minggu (6/4/2020), dia optimistis tentang prospek tahun depan, setelah pandemi virus corona menghantam kepercayaan konsumen dan memaksa perusahaan menutup dealer.

Torsten Muller-Otvos mengatakan, permintaan itu berarti Rolls-Royce adalah perusahaan mobil pertama yang melanjutkan produksi mobil di Inggris pada 4 Mei.

"Kami melihat bisnis yang sangat sukses sekarang datang kembali dari Asia, juga Eropa kembali ke jalurnya, Amerika baru saja memberikan hasil Juli dan Agustus yang luar biasa," kata bos Rolls-Royce Motor yang juga dimiliki BMW itu.

"Saya cukup optimistis melihat 2021, terutama dengan dukungan order bank yang sangat kuat yang sudah kami miliki dalam pembukuan kami," ujarnya melanjutkan.

Muller-Otvos mengatakan perusahaannya tidak memiliki rencana untuk memindahkan produksinya dari Inggris karena Brexit.

“Kami berkomitmen untuk Inggris. Saya bahkan menyebut kami sebagai bagian dari permata mahkota industri Inggris,” kata dia. "Karena alasan itu, Rolls-Royce adalah milik Inggris."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Mewah rolls royce

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top