Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Layanan Purnajual Topang Industri Otomotif di Masa Pandemi

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga Juli 2020, pasar otomotif mengalami penurunan sebesar 44,6 persen dibandingkan dengan 2019
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  22:43 WIB
Montir memperbaiki mobil milik pelanggan di Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Septianda Perdana
Montir memperbaiki mobil milik pelanggan di Medan, Sumatra Utara, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA - Layanan purnajual seolah menjadi cairan kimia yang merontokkan karat pada tubuh industri otomotif di tengah pandemi Covid-19.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga Juli 2020, pasar otomotif mengalami penurunan sebesar 44,6 persen dibandingkan dengan 2019. Lesunya penjualan mobil membuat agen pemegang merek (APM) beramai-ramai memaksimalkan layanan servis mereka.

Ernando Demily, President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, mengatakan pandemi Covid-19 secara masif berdampak terhadap penurunan di berbagai sektor, termasuk industri otomotif.

"Penjualan Isuzu juga mengalami penurunan sebesar 29,6 persen, akan tetapi pada sisi aftersales, penurunan relatif lebih rendah," ujarnya dalam siaran resmi yang diterima Bisnis, Jumat (14/8/2020).

Menurutnya, permintaan terhadap layanan purnajual tetap signifikan karena keberadaan truk tetap membutuhkan layanan servis untuk beroperasi.

Parts & Accessories Department Head PT Astra International Tbk - Isuzu Operation Dedi Santosa mengungkapkan suku cadang berkontribusi 25 persen terhadap pendapatan, sedangkan servis menopang 35 persen.

"Jadi, memang aftersales services merupakan kunci utama. Oleh karena itu, kami sangat concern. Apalagi, kompetisinya juga rendah," tuturnya.

Hal serupa juga ditunjukan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). Suzuki mengalami peningkatan penjualan suku cadang dan aksesori resmi pada masa transisi pandemi Covid-19, setelah sebelumnya anjlok hingga 32 persen.

Sparepart Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Christiana Yuwantie mengatakan penjualan suku cadang Suzuki meningkat sejak Juni 2020 atau saat masa transisi pandemi virus corona. Sebelumnya, penjualan suku cadang Suzuki sempat turun selama 3 bulan berturut-turut.

“Dibuktikan dengan total angka penjualan suku cadang Suzuki, baik domestik dan ekspor di semua segmen pada Juni 2020 mencapai angka 92 persen, jika dibandingkan dengan periode bulan yang sama tahun 2019,” ujarnya.

Data perusahaan menunjukkan peningkatan penjualan suku cadang dan aksesori resmi Suzuki terjadi di Suzuki Genuine Parts, Suzuki Genuine Oil, Suzuki Genuine Accessories, baik untuk mobil maupun sepeda motor, serta Outboard Motor (OBM).

Dengan kata lain, layanan purnajual dapat menjadi angin segar bagi industri otomotif yang mengalami malaise akibat pandemi virus corona. Memperkuat loyalitas terhadap konsumen lewat layanan servis menjadi strategi industri otomotif untuk tetap bertahan di tengah tekanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif industri otomotif layanan purnajual
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top