Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pastikan Keselamatan, Bus Listrik Jakarta Diuji-coba Secara Ketat

PT TransJakarta memastikan uji coba terhadap bus listrik, yang bakal beroperasi di Jakarta melalui tahap ketat agar menjamin kenyamanan dan keamanan para penumpang.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  19:17 WIB
Bus listrik yang beroperasi di kawasan wisata Monas. - Antara
Bus listrik yang beroperasi di kawasan wisata Monas. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT TransJakarta memastikan uji coba terhadap bus listrik, yang bakal beroperasi di Jakarta melalui tahap ketat agar menjamin kenyamanan dan keamanan para penumpang.

Ery Priawan, Kepala Divisi Teknik dan Pengembangan Bus Listrik PT TransJakarta, menuturkan bahwa sebelum diuji coba di jalan raya, pihaknya telah melalukan prauji kendaraan di sejumlah lokasi, seperti Taman Monas dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Kami sudah melakukan prauji-coba di wilayah yang tidak padat kendaraan seperti di Taman Monas serta TMII dan ternyata hasilnya bus tersebut laik untuk diuji coba di jalan raya," ujarnya dalam webinar Harmonisasi Regulasi Kendaraan Listrik di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Setelah melakukan prauji, bus listrik dites untuk melayani rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut pelanggan selama tiga bulan. Uji coba tersebut telah berlangsung sejak 6 Juli 2020.

Dia menyatakan bahwa uji coba dilaksanakan secara ketat supaya kendaraan listrik itu terjamin aman dan laik jalan sebagai angkutan umum. Dalam prosesnya, bus beroperasi dengan durasi 10 jam hingga 17 jam secara bertahap.

Dalam proses uji coba, perusahaan menetapkan dua indikator yang berfungsi sebagai standar. Pertama, kemampuan bus listrik harus sesuai dengan standar pelayanan BUMD DKI Jakarta, sementara indikator kedua mengukur kondisi bus listrik dari perawatan yang dilakukan berkala.

Lewat indikator tersebut, perusahaan dapat mengukur biaya pengeluaran untuk bus listrik. Selain itu, apabila sejumlah standar, seperti STNK, BPKB, sertifikasi uji tipe, dan surat registrasi uji tipe telah terpenuhi, bus listrik bisa segera dioperasikan di jalanan ibu kota.

"Kami juga akan memonitoring perawatan. Setiap unit pasti ada manual service book, dari situ kami akan melihat apakah bus listrik bisa digunakan di Jakarta," tutur Ery.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta Nadia Diposanjoyo menyebutkan bahwa untuk layanan bus listrik EV1, perusahaan mengoperasikan dua unit armada BYD guna menguji kecocokan armada di layanan Transjakarta.

PT Bakrie Autoparts sebagai agen pemegang merek BYD di Indonesia membawa dua unit bus single low entry tipe K9 dan bus medium tipe C6 pada uji coba.

Kedua bus BYD tersebut memiliki daya baterai tahan lama dengan jarak tempuh yang diperkirakan mencapai 250 kilometer, sebelum baterainya harus diisi ulang. Durasi pengisian daya mencapai 4 jam tiap harinya.

Terkait dengan jumlah bus listrik yang diuji coba, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan menambah armada bus listrik menjadi 100 unit pada akhir tahun 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik LCEV
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top