Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsep Truk Berat Hidrogen Debut di H2Mobility+Energy Show 2020

Truk tugas berat bertenaga hidrogen Hyundai HDC-6 Neptune Concept membuat debut di ajang pameran H2Mobility + Energy Show 2020 yang digelar di Korea pada 1-3 Juli 2020.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  16:00 WIB
Selain Konsep HDC/6 Neptune, H2 Mobility Energy Show juga menampilkan generator sel bahan bakar bergerak; dan model skala ekosistem mobilitas cerdasnya. HYUNDAI
Selain Konsep HDC/6 Neptune, H2 Mobility Energy Show juga menampilkan generator sel bahan bakar bergerak; dan model skala ekosistem mobilitas cerdasnya. HYUNDAI

Bisnis.com, JAKARTA - Truk tugas berat bertenaga hidrogen Hyundai HDC-6 Neptune Concept membuat debut di ajang pameran H2Mobility + Energy Show 2020 yang digelar di Korea pada 1-3 Juli 2020.

"H2 Mobility + Energy Show perdana memberikan tampilan komprehensif ke ekosistem industri hidrogen global, dari produksi hidrogen dan penyimpanan hingga transportasi dan mobilitas," demikian Hyundai dalam keterangan pers, Rabu (1/7/2020).

Acara ini menandai perdana Korea HDC-6 Neptune, konsep truk listrik bertenaga hidrogen sel bahan bakar Hyundai, yang memulai debutnya di NorthAmerican Commercial Vehicle Show Oktober lalu.

Hyundai berencana untuk memperluas kepemimpinan hidrogennya ke pasar kendaraan komersial dengan HDC-6 Neptune, yang mewujudkan visi perusahaan untuk truk sel bahan bakar emisi nol karbon dan memimpin pergeseran paradigma menjadi kendaraan komersial ramah lingkungan di industri ini.

Salah satu inspirasi desain utama untuk Konsep HDC-6 Neptune adalah kereta api streamliner ikonik New York pada 1930-an, salah satu kemajuan teknologi paling besar di awal abad ke-20.

HDC-6 Neptune menggunakan struktur padat dengan desain depan yang halus dan bulat untuk menciptakan kerangka yang sepenuhnya unik untuk truk listrik bertenaga hidrogen. HDC-6 Neptune akan memimpin transisi menuju era kendaraan komersial yang ramah lingkungan.

Hyundai berencana untuk meluncurkan HDC-6 Neptune dengan mengembangkan sistem sel bahan bakar yang ditingkatkan dengan daya tahan dan daya tinggi, dioptimalkan untuk truk tugas berat dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Selain Konsep HDC-6 Neptune, H2 Mobility + Energy Show juga menampilkan generator sel bahan bakar bergerak; dan model skala ekosistem mobilitas cerdasnya.

Kehadiran generator sel bahan bakar selulernya di acara tersebut, mengisyaratkan kemungkinan sistem sel bahan bakar memperluas penggunaan ke berbagai industri.

Generator sel bahan bakar seluler Hyundai menggunakan dua tumpukan sel bahan bakar yang juga digunakan di NEXO, kendaraan listrik sel bahan bakar (FCEV) khusus pertama di dunia, menghasilkan output maksimum 160 kW.

Daya berlimpah memungkinkan generator untuk digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti mengisi dua EV secara bersamaan, atau bus dan truk listrik. Generator sel bahan bakar seluler mengambil bentuk sebagai alternatif bersih untuk generator diesel.

FCEV NEXO memiliki kemampuan jangkauan 609 km dengan sekali pengisian daya. Diluncurkan pada 2018, NEXO mencatat hampir 5.000 unit terjual pada 2019, memimpin penjualan FCEV global.

Perusahaan ini juga memamerkan model ekosistem mobilitas pintar skala 1: 8 dengan Urban Air Mobility (UAM), Purpose Built Vehicle (PBV) dan Hub (Mobility Transit Base) yang pertama kali terlihat di CES 2020. Model skala adalah miniatur menunjukkan visi Hyundai tentang ekosistem mobilitas masa depan di mana UAM, PBV, dan Hub terintegrasi dengan desain.

Hyundai Motor berencana memasukkan sistem sel bahan bakar ke dalam ekosistem mobilitas pintar, terutama untuk UAM. Tim perusahaan akan bekerja mengurangi bobot sistem sel bahan bakar sambil meningkatkan output daya untuk digunakan dalam solusi mobilitas. Ini juga akan memungkinkan sistem sel bahan bakar digunakan dalam kereta dan kapal yang melampaui kendaraan komersial dan penumpang.

Hyundai bekerja sama dengan berbagai organisasi di dalam negeri dan global di seluruh sektor publik dan swasta untuk membangun dan merevitalisasi ekonomi hidrogen global dengan memasok kendaraan sel bahan bakar, membangun lebih banyak stasiun pengisian hidrogen, dan memperluas penerapan sistem sel bahan bakar ke berbagai industri.

Hyundai bermitra dengan Cummins, pemimpin mesin dan generator global, untuk menyediakan sistem sel bahan bakar hidrogen untuk pasar kendaraan komersial Amerika Utara pada bulan September tahun lalu.

Hyundai saat ini sedang dalam diskusi dengan perusahaan besar di AS dan Eropa mengenai aplikasi sel bahan bakar hidrogen. Perusahaan berencana untuk mempercepat masuknya ke pasar truk tugas berat bertenaga hidrogen Eropa dengan XCIENT melalui perusahaan patungannya dengan perusahaan Swiss H2 Energy akhir tahun ini.

Hyundai menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Departemen Energi AS tentang inovasi teknologi sel bahan bakar dan perluasan penerapannya awal tahun ini, berjanji untuk berbagi keahliannya di lapangan dan data bukti daya saing energi hidrogen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Hidrogen Hyundai Nexo
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top