Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BMW, Mercedes Benz Buka Kemungkinan Lanjutkan Kemitraan

BMW Group dan Mercedes-Benz AG bersepakat untuk melanjutkan kembali kerja sama pengembangan teknologi mengemudi otomatis generasi berikutnya, yang mana sampai kini masih terhenti.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  13:30 WIB
BMW Group dan Daimler AG meluncurkan kerja sama jangka panjang untuk teknologi mobil otonom pada Juli 2019. - BMW
BMW Group dan Daimler AG meluncurkan kerja sama jangka panjang untuk teknologi mobil otonom pada Juli 2019. - BMW

Bisnis.com, JAKARTA - BMW Group dan Mercedes-Benz AG bersepakat untuk melanjutkan kembali kerja sama pengembangan teknologi mengemudi otomatis generasi berikutnya, yang mana sampai kini masih terhenti.

Kesepakatan baru dicapai setelah dilakukan peninjauan. Kedua perusahaan setuju untuk berkonsentrasi pada jalur pengembangan yang ada, termasuk bekerja dengan mitra saat ini atau baru.

Keduanya secara eksplisit menekankan bahwa kerja sama dapat dilanjutkan kembali di kemudian hari dan pendekatan yang mendasari kedua organisasi untuk keselamatan dan manfaat pelanggan di bidang mengemudi otomatis tetap sangat kompatibel.

BMW Group dan Mercedes-Benz AG keduanya bekerja secara terpisah untuk pengembangan teknologi mengemudi sangat otomatis dan telah mencapai kemajuan besar di bidang ini di masa lalu.

Namun, BMW Group dan Mercedes-Benz AG tidak dapat mengadakan diskusi ahli secara teperinci dan berbicara dengan pemasok tentang peta jalan teknologi sampai kontrak ditandatangani pada 2019.

Dalam pembicaraan ini -dan setelah peninjauan yang luas- kedua belah pihak menyimpulkan bahwa, mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan platform teknologi bersama, serta kondisi bisnis dan ekonomi saat ini, waktunya tidak tepat untuk keberhasilan implementasi kerja sama.

"Kami secara sistematis mengembangkan teknologi dan platform yang dapat diskalakan dengan mitra seperti Intel, Mobileye, FCA, dan Ansys," kata Klaus Fröhlich, anggota Dewan Manajemen BMW AG, yang bertanggung jawab untuk Pengembangan, dalam keterangan yang dikutip Senin (22/6/2020)

Generasi teknologi BMW saat ini menawarkan potensi kuat dan berkelanjutan: Dengan sensor yang sangat kuat dan daya komputasi, sistem modular yang kuat menempatkan BMW pada posisi yang sangat baik untuk menawarkan pelanggan apa yang mereka butuhkan selama bertahun-tahun.

Markus Schäfer, Anggota Dewan Manajemen Daimler AG dan Mercedes-Benz AG yang bertanggung jawab atas Riset Grup Daimler dan Mobil Mercedes-Benz COO, mengatakan keahlian Mercedes melengkapi BMW Group dengan sangat baik, sebagaimana kolaborasi sukses telah buktikan.

"Selain dekarbonisasi, digitalisasi adalah pilar strategis utama untuk Mercedes-Benz. Untuk mempersiapkan tantangan masa depan dari lingkungan yang berubah dengan cepat, kami saat ini juga menjajaki kemungkinan lain dengan mitra di luar sektor otomotif."

Kedua perusahaan juga menggarisbawahi keinginan untuk terus bekerja sama erat di bidang yang lain seperti yang direncanakan.

Pada 2015, kedua perusahaan bergabung dengan Audi AG untuk mengakuisisi lokasi dan platform teknologi HERE, yang sekarang memiliki struktur pemegang saham yang sangat luas dan internasional.

Pada awal 2019, BMW Group dan Daimler AG juga menggabungkan layanan mobilitas mereka dalam usaha patungan di bawah payung keluarga NOW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mercedes Benz Mobil Otonom BMW Group
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top