Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dealer Kembali Buka, Otomotif Inggris Diprediksi Belum Terakselerasi

Dalam jangka pendek masyarakat Inggris yang khawatir terpapar virus corona atau Covid-19 akan menghindari penggunaan transportasi umum.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  09:43 WIB
Deretan mobil tampak di luar ruang pamer Volvo di London, Inggris, 4 Oktober 2013. / REUTERS
Deretan mobil tampak di luar ruang pamer Volvo di London, Inggris, 4 Oktober 2013. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pakar otomotif menyatakan pembukaan kembali dealer mobil di Inggris dinilai dapat memberikan sedikit stimulus, tetapi hal itu tidak akan berlangsung lama dan tidak serta-merta mengakselerasi penjualan sepanjang tahun.

Stuart Masson, editor situs web Car Expert, mengatakan dalam jangka pendek komuter yang khawatir terpapar virus corona atau Covid-19 akan menghindari penggunaan transportasi umum. Penelitian dari What Car? Juga menunjukkan 1 dari 5 orang mencari mobil baru pada bulan ini.

“Tentu saja ada permintaan yang terpendam. Dealer telah ditutup selama 10 minggu, dan ratusan ribu mobil yang biasanya terjual sekarang masih bertahan,” tuturnya kepada The Guardian, dikutip pada Selasa (2/6/2020).

Dia menyatakan pada mulanya dealer akan semangat untuk menjual karena mereka tidak ingin memiliki stok dalam jumlah besar. Namun, apabila dealer tidak memiliki banyak mobil untuk dijual, tentu tidak akan ada insentif besar untuk menurunkan harga.

Analis otomotif Mintel, Chris Hadley, mengatakan penjualan mobil di Inggris sudah melambat bahkan sebelum krisis virus corona. Menurutnya, kesulitan ekonomi yang berkelanjutan memengaruhi kepercayaan konsumen dan calon pembeli cenderung menunda pembelian mobil.

“Bagi mereka yang melakukan pembelian, harga cenderung menjadi hal penting. Hal ini tentu memberikan tekanan lebih lanjut kepada produsen dan dealer,” tuturnya.

Dia berharap, dengan stok kendaraan bekas yang cukup banyak, sektor tersebut diharapkan menjadi yang pertama mendapatkan keuntungan. Fakta ini menjadi berita buruk bagi otomotif Inggris yang  mempekerjakan 590.000 orang dan berkontribusi 200 miliar euro di sektor ritel.

Penjualan mobil di Inggris pada April 2020 diketahui terperosok sebesar 97 persen secara tahunan akibat penyebaran virus corona yang memaksa ruang pameran dan pabrik tutup.

The Society of Motor Manufacturers & Traders (SMMT) bahkan memperkirakan hanya akan ada 1,68 juta registrasi mobil baru pada tahun ini atau terendah sejak 1992.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil inggris Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top