Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korsel Tarik Ratusan Ribu Mobil dari Tujuh Pabrikan, Ada Apa?

Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk menarik 549.931 unit mobil dari tujuh produsen akibat temuan kerusakan pada salah satu komponen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  15:40 WIB
Pabrik Hyundai, industri otomotif Korea Selatan, di Beijing, China./Bloomberg - Tomohiro Ohsumi
Pabrik Hyundai, industri otomotif Korea Selatan, di Beijing, China./Bloomberg - Tomohiro Ohsumi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk menarik 549.931 unit mobil dari tujuh produsen akibat temuan kerusakan pada salah satu komponen.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan menyebutkan tujuh produsen kendaraan itu adalah Hyundai Motor, Kia Motors Corp, BMW, Mercedes-Benz Korea, Audi-Volkswagen Korea, Fiat Chrysler Automobiles NV (FCA), dan Bike Korea.

“Ini adalah yang terbaru dari serangkaian penarikan oleh pembuat mobil yang beroperasi di Korea Selatan dan importir kendaraan karena masalah dengan komponen kendaraan yang mereka jual di sini,” kata Kementerian Transportasi, Senin (25/5/2020).

Pihaknya menjelaskan penarikan itu terjadi karena adanya kerusakan terhadap sistem rem anti-kunci yang rusak di kendaraan sport Santa Fe Hyundai, pendingin resirkulasi gas buang yang rapuh di sedan 520d BMW, panel kaca sunroof yang rusak di sedan E280 Mercedes-Benz, dan wiper kaca depan yang berfungsi buruk di Jeep Compass SUV FCA.

Perusahaan otomotif tersebut telah mulai memperbaiki dan mengganti layanan atau akan memulai layanan Jumat. Pemilik kendaraan dapat mengunjungi pusat perbaikan dan servis yang ditunjuk untuk mengganti suku cadang secara gratis, kata kementerian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif korsel

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top